Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Militer Myanmar Rombak Pemerintahan Suu Kyi

Selasa 02 Feb 2021 09:45 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Dalam file foto 27 Jan 2021 ini, pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi menyaksikan vaksinasi petugas kesehatan di rumah sakit di Naypyitaw, Myanmar. Laporan mengatakan Senin, 1 Februari 2021 kudeta militer telah terjadi di Myanmar dan Suu Kyi telah ditahan dalam tahanan rumah.

Dalam file foto 27 Jan 2021 ini, pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi menyaksikan vaksinasi petugas kesehatan di rumah sakit di Naypyitaw, Myanmar. Laporan mengatakan Senin, 1 Februari 2021 kudeta militer telah terjadi di Myanmar dan Suu Kyi telah ditahan dalam tahanan rumah.

Foto: AP/Aung Shine Oo
Militer Myanmar mencopot 24 menteri dan deputi setelah kudeta

REPUBLIKA.CO.ID, NAYPITYAW -- Militer Myanmar atau sering disebut Tatmadaw mengumumkan pengembalian pemerintahan militer dari pemerintahan Aung San Suu Kyi dan secara resmi mengakhiri transisi demokratis di Myanmar. Militer mencopot 24 menteri dan deputi.

Melansir laman Channel News Asia, Selasa (2/2), militer juga menunjuk 11 pengganti dalam pemerintahan barunya setelah merebut kekuasaan dalam kudeta, Senin (1/2). Pengumuman tersebut disiarkan melalui TV milik militer Myanmar, Myawaddy TV.

Pengumuman juga menyebutkan, ada penunjukkan baru dalam posisi untuk keuangan, kesehatan, informasi, urusan luar negeri, pertahanan, perbatasan, dan dalam negeri. Meringkas pertemuan pemerintahan baru, militer mengatakan, Min Aung Hlaing berjanji mempraktikkan sistem demokrasi multi-partai yang berkembang dengan disiplin tulus.

Baca Juga

Dia menjanjikan pemilihan yang bebas dan adil serta penyerahan kekuasaan kepada partai pemenang, tanpa memberikan kerangka waktu. Militer merebut kekuasaan dalam kudeta Senin dengan penangkapan Suu Kyi bersama para pemimpin lain dari Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Militer mengatakan, penahanan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas kecurangan pemilu. Keadaan darurat selama satu tahun langsung diambil sebagai langkah yang menyerahkan kekuasaan kepada panglima Jenderal Min Aung Hlaing.

Baca juga : Suu Kyi Melawan

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA