Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Kompilasi Hinaan Abu Janda ke Pigai, Islam, Sultan Hamid II

Selasa 02 Feb 2021 08:07 WIB

Rep: Haura Hafizhah/Ali Mansur/Rahma Sulistya/Erik PP/ Red: Erik Purnama Putra

Aktivis media sosial Permadi Arya alias Abu Janda berpose salam Nazi.

Aktivis media sosial Permadi Arya alias Abu Janda berpose salam Nazi.

Foto: Dok Permadi Arya
Menurut Abu Janda, terorisme itu punya agama, yakni Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktivis media sosial (medsos) Permadi Arya alias Abu Janda diperiksa Direktorat Tindak Pidana Siber (Ditsiber) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (1/2). Abu Janda diperiksa penyidik selama 12 jam dan dicecar sekitar 50 pertanyaan.

Pantauan Republika di lokasi, Abu Janda yang membawa tas berisi pakaian selesai menjani pemeriksaan pukul 19.37 WIB. Abu Janda diperiksa terkait pernyataannya di akun Twitter soal Islam Arogan dari Arab.

"Saya diperiksa sudah 12 jam, pertanyaan sudah tidak terhitung lagi, mungkin 50 pertanyaan itu sudah lebih. Ternyata, proses pemeriksaan hari ini sepertinya sudah tuntas dan akan dilanjutkan lagi untuk panggilan selanjutnya pada Kamis," ujar Abu Janda yang mengenakan kemeja flanel warna abu-abu saat ditemui di gedung Bareskrim Polri.

Dalam catatan Republika, Abu Janda kerap melontarkan berbagai pernyataan yang menimbulkan kontroversi di masyarakat. Dia pun berkali-kali dilaporkan ke polisi, tapi terus lolos atau kasusnya jalan di tempat. Berikut daftar hinaan dan pernyataan Abu Janda:

1. Islam arogan
"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," ucap Abu Janda lewat akun Twitter, @permadiaktivis1. Cicitan yang sudah diapus oleh Abu Janda ini dibuat pada Ahad (24/1) saat menimpali cicitan Tengku Zulkarnain.

Adapun Tengku di akun @ustadtengkuzul menulis, "Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, Apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI."

Baca juga : Apakah Abu Janda Bisa Dihukum? Ini Kata Pengamat

2. Pigai evolusi
"Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belum kau? @edo751945." Cicitan ini dibuat Abu Janda pada 2 Januari 2021 ketika mengomentari berita Viva berjudul 'Pigai ke Jenderal Hendropriyono: Apa Kapasitas Bapak di Negeri Ini'. Di sini, Abu Janda yang menyerang eks komisioner Komnas HAM Natalius Pigai berusaha membela mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono. Di akun Instagram-nya, Abu Janda memanggil Hendropriyono dengan sebutan ayah.

3. Terorisme itu Islam
Abu Janda melaporkan Soni Eranata yang populer dipanggil Maheer At-Thuwailibi ke Bareskrim Polri pada Jumat, 29 November 2019. Laporan tersebut berisi ancaman Maheer At-Thuwailibi lewat cicitan Twitter dan video yang viral kepada Abu Janda dan Sukmawati Soekarnoputri. Maaher sudah dijebloskan ke penjara.

Kepada wartawan, Abu Janda yang memakai belangkon dan kacamata menyebut soal Islam radikal dan agama terorisme adalah Islam. "Karena ini bukan ancaman pribadi terhadap saya, ini juga bukti bahwa Islam radikal itu ada. (Maaher) menyerukan ke jamaah agar Abu Janda dibunuh, teroris lahir dari jamaah yang mendengarkan ustaz-ustaz macam ini. Jangan bilang lagi terorisme itu tidak punya agama. Terorisme itu punya agama, yakni Islam, gurunya Maher."

4. Bendera teroris
Pada 14 November 2018, Abu Janda dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang bernama Alwi Muhammad Alatas. Laporan terkait video kontroversial yang dibuat Abu Janda yang mengomentari bendera berlambang tauhid di kediaman Habib Rizieq Shihab selama tinggal di Arab Saudi. Dalam video berdurasi lima menit sembilan detik, Abu Janda menyebut bendera itu lambang teroris.

"Ini bukan panji Nabi, ini adalah bendera teroris, kata pemerintah Arab Saudi," kata Abu Janda dalam video yang diunggah di akun Facebook Ustad Abu Janda al-Boliwudi, sambil menunjukkan bendera teroris yang dimaksud.

Baca juga : Abu Janda tak Sangka Cuitannya Berlanjut ke Proses Hukum

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA