Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Jumlah Pemakaman Jenazah Covid-19 di Jakarta Menurun

Selasa 02 Feb 2021 02:28 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ratna Puspita

Pekerja yang mengenakan jas hazmat membawa peti mati korban Covid-19 dari ambulans selama pemakaman di pemakaman khusus Bambu Apus Covid-19 di Jakarta, Indonesia, 27 Januari 2021. Indonesia telah melaporkan lebih dari satu juta kasus COVID-19 sejak itu. awal pandemi, jumlah tertinggi di Asia Tenggara.

Pekerja yang mengenakan jas hazmat membawa peti mati korban Covid-19 dari ambulans selama pemakaman di pemakaman khusus Bambu Apus Covid-19 di Jakarta, Indonesia, 27 Januari 2021. Indonesia telah melaporkan lebih dari satu juta kasus COVID-19 sejak itu. awal pandemi, jumlah tertinggi di Asia Tenggara.

Foto: EPA-EFE/MAST IRHAM
Pemakaman jenazah Covid-19 menjadi sekitar 80-90 jenazah per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Ivan Nurcahyo mengatakan, DPHK DKI pernah memakamkan sebanyak 105-107 jenazah Covid-19 per hari. Namun, menurutnya, kini tren pemakaman jenazah yang meninggal akibat virus corona pun mengalami penurunan menjadi sekitar 80-90 jenazah. 

Ia pun berharap agar ke depannya, jumlah jenazah Covid-19 bisa terus menurun. “Dua pekan yang lalu di atas 100 (jenazah) terus pemakamannya. Kalau sekarang 90-an, sudah di bawah 100 trennya. Semoga saja turun terus,” kata Ivan saat dihubungi, Senin (1/2).

Baca Juga

Ivan mengungkapkan, Pemprov DKI pun telah memakamkan total sebanyak 13 ribu lebih jenazah dengan protokol kesehatan. Jumlah itu, jelas dia, berdasarkan data sejak awal pandemi Covid-19 terjadi di Ibu Kota hingga saat ini.

“Jenazah yang dimakamkan dengan protokol (kesehatan) dari awal Maret 2020 sampai minggu ini sudah 13.300 jenazah,” ungkap dia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan penambahan 3.614 kasus positif Covid-19 di Ibu Kota pada Senin (1/2). Jumlah tersebut bukan hasil dari pengetesan selama hari ini saja.

"Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 3.614 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 521 kasus dari 1 RS BUMN dan 1 RS TNI tujuh hari terakhir yang baru dilaporkan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakata Dwi Oktavia, melalui keterangan tertulis resminya, Senin.

Konfirmasi secara total, di Jakarta sampai saat ini sebanyak 273.332 kasus. Dari jumlah tersebut, 244.202 orang telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan mencapai 89,3 persen. Sedangkan 4.337 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian sebesar 1,6 persen.

Sementara itu, Dwi menuturkan, jumlah kasus aktif di Ibu Kota bertambah sebanyak 1.411 kasus. Sehingga saat ini ada 24.793 pasien yang masih menjalani perawatan atau isolasi mandiri. Kemudian, untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 17,4 persen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA