Senin 01 Feb 2021 18:29 WIB

Ekspor dan Impor Provinsi Lampung Catatkan Kenaikan  

semua golongan barang mengalami peningkatan.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Ilustrasi ekspor impor.
Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Ilustrasi ekspor impor.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Nilai ekspor Provinsi Lampung pada Desember 2020 mencapai 395,51 juta dolar AS, mengalami peningkatan 34,49 juta dolar AS atau naik 9,55 persen dibandingkan pada November 2020. Sedangkan nilai impor pada Desember 2020 sebesar 159,83 juta dolar AS meningkat 98,03 juta dolar AS atau naik 158,61 persen dibandingkan November 2020.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, nilai impor pada November 2020 sebesar 361,02 juta dolar AS, dan nilai impor pada November 2020 mencapai 61,80 juta dolar AS. 

Nilai ekspor Desember 2020 dibandingkan Desember 2019 sebesar 282,74 jutal dolar AS juga meningkat 112,77 juta dolar AS atau naik 39,88 persen. Sedangkan nilai impor pada Desember 2020 dibandingkan pada Desember 2019 sebesar 210,39 juta dolar AS lebih rendah 50,56 juta dolar AS atau menurun 24,03 persen 

“Peningkatan ekspor Desember 2020 terhadap November 2020 terjadi pada delapan golongan barang utama,” kata Kepala BPS Lampung Faizal Anwar di Bandar Lampung, Senin (1/2).

Ia mengatakan, delapan golongan barang utama yakni lemak dan minyak hewan nabati naik 16,62 persen, kopi, teh, dan rempah-rempah naik 13,13 persen, ampas/sisa industri makanan naik 73,20 persen, bubur kayu/pulp naik 46,21 persen, ikan dan udang naik 8,30 persen, daging dan ikan olahan naik 22,33 persen, karet dan barang dari karet naik 14,29 persen, serta hasil penggilingan naik 60,86 persen.

“Sedangkan golongan barang utama yang mengalami penurunan adalah batubara turun 36,60 persen, dan olahan dari buah-buahan/sayuran tutun 4,60 persen,” ujarnya.

Negara tujuan ekspor Provinsi Lampung pada Desember 2020 yakni India 52,65 juta dolar AS, Tiongkok 45,47 juta dolar AS, Amerika Serikat 42,79 juta dolar AS, Pakistan 34,01 juta dolar AS, Italia 31,73 dolar AS, Philipina 23,81 juta dolar AS, Belanda 23,33 juta dolar AS, Jepang 19,37 juta dolar AS, Spayong 15,17 juta dolar AS, dan Malaysia 13,10 juta dolar AS. “Peranan kesempuluh negara tersebut mencapai 76,21 persen,” katanya.

Sedangkan barang impor dari 10 golongan utama barang impor pada Desember 2020, semua golongan barang mengalami peningkatan. Diantaranya, ampas/sisa industry makanan naik 57,32 persen, binantang hidup naik 0,20 persen, mesin-mesin/pesawat mekanik naik 30,40 persen, gandum-ganduman naik 127,08 persen, pupuk naik 36,10 persen.

Selanjutnya, bahan kimia organik naik 35,82 persen, besi dan baja naik 40,88 persen, bahan kimia anorganik naik 388,25 persen, biji-bijian berminyak naik 67,38 persen, lokomotif dan peralatan kereta api yang dalam bulan sebelumnya tidak terjadi impor pada golongan tersebut.

Faizal mengatakan, negara pemasok barang impor ke Provinsi Lampung pada Desember 2020 Nigeria43,25 juta dolar AS, Malaysia 38,86 juta dolar AS, Amerika Serikat 30,05 juta dolar AS, Australia 12,31 juta dolar AS, Argentina 9,64 juta dolar AS, Tiongkok 8,78 juta dolar AS, Thailand 2,66 juta dolar AS, Jepang 1,81 juta dolar AS, Taiwan 1,77 juta dolar AS, dan India 1,36 juta dolar AS. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement