Ahad 31 Jan 2021 18:28 WIB

Pupuk Indonesia Tetapkan Lima Inisiatif Strategis di 2021

Atasi dinamika persaingan, perseroan akan lebih fokus layani pelanggan

Rep: novita intan/ Red: Hiru Muhammad
PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya optimal untuk mempercepat dan menjaga kelancaran distribusi pupuk guna mengantisipasi kebutuhan para petani memasuki masa tanam awal tahun ini. Termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk penerbitan SK penyaluran pupuk bersubsidi.
Foto: Pupuk Indonesia
PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya optimal untuk mempercepat dan menjaga kelancaran distribusi pupuk guna mengantisipasi kebutuhan para petani memasuki masa tanam awal tahun ini. Termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk penerbitan SK penyaluran pupuk bersubsidi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- PT Pupuk Indonesia (Persero) menetapkan lima inisiatif strategis sebagai upaya transformasi bisnis perseroan pada tahun ini. Adapun lima inisiatif strategis perseroan antara lain pertama Penerapan Customer Centric Model dalam Pemasaran, kedua Pengembangan R&D and Inovasi melalui Indonesia Fertilizer Research Institute, ketiga Optimalisasi Operations and Supply Chain, keempat Pengamanan Feedstock (bahan baku) strategis dan kelima Meningkatkan praktek Sustainability and segmen Circular Economy.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengatakan dinamika persaingan usaha ke depan, perseroan bertekad dapat lebih fokus lagi terhadap pelanggan. "Sejumlah program juga telah kita inisiasi untuk bisa lebih merangkul dan meningkatkan loyalitas konsumen, dalam hal ini para petani dan pelaku usaha pertanian,” ujarnya dalam keterangan resmi, Ahad (31/1).

Menurutnya program ini sudah dimulai sejak  2020, diantaranya adalah pengembangan Program Agro Solution dan juga program Retail Customer Centric Model, untuk mendorong petani agar menggunakan produk-produk komersil.

Sementara Direktur Keuangan dan Investasi Pupuk Indonesia, Eko Taufik Wibowo, menambahkan perseroa  akan meningkatkan pendapatan dari sektor komersil pada 2021, meningkatkan efisiensi dengan optimalisasi biaya usaha dan kinerja operasional pabrik, serta melaksanakan sejumlah proyek pengembangan seperti pembangunan pabrik NPK Pupuk Iskandar Muda, pabrik katalis Merah Putih, persiapan pembangunan Pusri 3B serta studi untuk pengembangan pabrik pupuk dan methanol di Bintuni. "Untuk mendukung investasi strategis Pupuk Indonesia, kami juga berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II pada kuartal satu 2021,” jelas Eko.

Eko juga menyebut perseroan menunjukan kinerja positif sepanjang 2020. Pendapatan perusahaan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, demikian juga dengan total penjualan dan produksi. "Pendapatan perusahaan mencapai target, sedangkan total penjualan adalah berhasil mencapai 117 persen dari target, dan total  produksi juga mencapai  118 persen  dari target,” ucapnya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement