Ahad 31 Jan 2021 16:33 WIB

AP II Selesaikan Pembangunan Runway Bandara di Purbalingga

AP II juga akan membangun terminal dengan kapasitas 300 ribu penumpang per tahun.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Peresmian pembangunan Bandara Soedirman. PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) menyelesaikan pembangunan landasan pacu atau runway di Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga. Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman dilakukan sekitar dia tahun lalu.
Foto: Antara/Idhad Zakaria
Peresmian pembangunan Bandara Soedirman. PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) menyelesaikan pembangunan landasan pacu atau runway di Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga. Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman dilakukan sekitar dia tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) menyelesaikan pembangunan landasan pacu atau runway di Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga. Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman dilakukan sekitar dia tahun lalu. 

“Fasilitas utama sisi udara dengan pembangunannya sudah mencapai 100 persen adalah runway, taxiway, dan apron,” kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin, Ahad (31/1). 

Baca Juga

Dia mengatakan, kapaistas sisi udara tersebut dapat digunakan untuk melayani penerbangan pesawat jenis twin propeller seperti ATR 72-600. Bandara tersebut memiliki landasan pacu sepanjang 1.600 meter, apron seluas 69 merer, dan tadi way selebar 15 meter. 

Awaluddin menuturkn, AP II mulai membangun Bandara Jenderal Besar Soedirman tersebut dari nol tau sejak lahan masih berupa greenfield. “Sekarang, Purbalingga sudah memiliki bandara dengan seluruh pembangunan sisi udara dilakukan anak bangsa. Semoga apa yang kita semua lakukan dapat membawa manfaat terhadap pengembangan konektivitas udara di tanah air,” jelas Awaluddin. 

Dia menambahakn, masih ada proses yang akan dilakukan setelah pembangunan fasilitas utama sisi udara tuntas 100 persen. Proses selanjutnya yani verifikasi yang dilakukan regulator penerbangan sipil atau Kementerian Perhubungan. 

Sementara itu, Director of Engineering AP II Agus Wialdi menuturkan nantinya juga akan melakukan pembangunan terminal penumpang dengan kapasitas hingga 300 ribu penumpang per tahun. “Pada tahap awal, pergerakan penumpang diproyeksikan sekitar 98 ribu penumpang perthun dengan 4.500 pergerakan pesawat,” ungkap Agus. 

Bandara Jenderal Soedirman dinilai dapat mendukung perekonomian dan aktivitas masyarakat. Khususnya terkait dengan kebutuhan transportasi udara di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Kebumen, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, serta Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement