Jumat 29 Jan 2021 14:13 WIB

Laporan: Menantu Qadafi Serang Polisi Suriah

Menatu Qadafi tersebut disebut tak terima ditilang petugas.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah
Muammar Qadafi
Foto: AP
Muammar Qadafi

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Menantu mantan pemimpin Libya, Muammar Gaddafi, dilaporkan telah menabrak pejalan kaki dan polisi di ibu kota Suriah, Damaskus. Aline Skaf dikatakan mabuk ketika mobil yang dikendarainya menabrak dua polisi pada Ahad (24/1).

Skaf menikah dengan putra bungsu diktator Libya, Hannibal Gaddafi. Perempuan berusia 40 tahun itu adalah mantan model pakaian dalam Lebanon.

Baca Juga

Al-Modon melaporkan, Skaf diduga parkir secara ilegal di pinggir jalan ketika seorang polisi datang dan mulai memberi tilang. Penjaga keamana Skaf yang menunggu di mobil lain lalu menyerang petugas tersebut.

Ketika lebih banyak polisi tiba, Skaf mengemudikan mobilnya ke arah para petugas dan pejalan. Akibat ulah tersebut, dua polisi dan tiga pejalan kaki luka.

Skaf dilaporkan juga meneriaki dan menghina pejalan yang menonton. Dia mengancam akan menabrak lebih banyak orang lagi.

Insiden itu berakhir ketika seorang pejabat senior rezim Suriah muncul. Dia memerintahkan polisi untuk mundur dan membiarkan Skaf pergi.

Intervensi pejabat dan fakta bahwa Skaf lolos dengan menyerang petugas polisi telah mengejutkan. Peristiwa ini membuat marah bahkan tokoh-tokoh pro-rezim seperti jurnalis Suriah Suhaib Al-Masri.

"Wanita itu [Skaf] dibebaskan setelah menabrak dan menyerang polisi karena melibatkan atasan. Orang bukanlah lalat - mereka tidak bisa dilindas dan kemudian seluruh cerita dilupakan," tulis Al-Masri di media sosial.

Perancang busana Suriah yang berbasis di Uni Emirat Arab, Manal Ajaj, juga mengutuk insiden itu di Facebook. "Siapakah pejabat ini yang tidak bermasalah dengan seorang polisi yang diseret dan dipermalukan oleh seorang wanita tanpa rasa hormat?" katanya.

 "Jika Anda adalah putri seorang mantan presiden dan Anda tinggal di sini sebagai pengungsi politik, Anda diterima, tetapi Anda harus menghormati orang dan menghormati negara yang membuka pintunya untuk Anda," ujar Ajaj.

Hannibal Gaddafi dan Skaf melarikan diri dari Libya pada 2011 saat pemberontakan meletus melawan ayahnya. Mereka berlindung di negara tetangga Aljazair sebelum pindah ke Oman setelah diberikan suaka politik di sana setahun kemudian.

Mereka kemudian pindah ke Suriah yang juga memberi mereka suaka politik. Putra Gaddafi diculik dan ditahan di Lebanon pada Desember 2015. Dia didakwa atas hilang misterius ulama Syiah, Moussa Al-Sadr di Libya pada 1978. Permohonan Suriah untuk membebaskannya telah ditolak oleh Lebanon. Skaf, sementara itu, tetap di Suriah dengan status sebagai pengungsi politik.

Pasangan itu menikah pada 2003 dan terkenal karena aktivitas kontroversial dan pelanggaran hak asasi manusia mereka. Otoritas Swiss menangkap mereka pada 2008 karena memukuli dan melecehkan staf di sebuah hotel Jenewa. Pada 2009, polisi di London juga menangkap Hannibal Gaddafi karena kekerasan dalam rumah tangga. Dwina Agustin

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement