Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Sesar Lembang di Bandung Berpotensi Besar Timbulkan Bencana

Jumat 29 Jan 2021 06:23 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Gita Amanda

Warga beraktivitas di samping Rambu Zona Sesar Lembang di kawasan Tebing Keraton, Desa Ciburial, Kabupaten Bandung.

Warga beraktivitas di samping Rambu Zona Sesar Lembang di kawasan Tebing Keraton, Desa Ciburial, Kabupaten Bandung.

Foto: Abdan Syakura
Simulasi evakuasi jika terjadi bencana diharapkan terus dilakukan kepada masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menilai potensi bencana akibat Sesar Lembang di Kota Bandung sangat besar. Hal itu yang mendasari pihaknya sedang mengupayakan agar kelembagaan badan penanggulangan bencana dapat terpisah dari dinas kebakaran.

"Dulu orang beranggapan jauh Kota Bandung (dari bencana), (tapi) terdapat potensi besar kebencanaan Sesar Lembang," ujarnya belum lama ini.

Baca Juga

Ia melanjutkan, sejak satu tahun terakhir mengupayakan agar kelembagaan penanggulangan bencana di Kota Bandung terpisah dari dinas kebakaran. Namun, saat ini ia mengaku belum menerima laporan terbaru terkait perkembangan tersebut.

Yana mengatakan, sosialisasi mengenai potensi bencana akibat Sesar Lembang terus dilakukan oleh Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung. Selain itu, simulasi evakuasi jika terjadi bencana diharapkan terus dilakukan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi gempa di patahan Sesar Lembang. Terlebih pada periode 2010 hingga 2012 lalu telah terjadi 14 kali gempa bumi di wilayah tersebut.

Peneliti BMKG Bandung, Rasmid mengatakan tahun 2010 hingga tahun 2021 telah terjadi 14 kali gempa bumi dengan kekuatan 1,5 hingga 3,4 skala richter (SR). Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mempersiapkan mitigasi bencana terhadap potensi bencana.

"Pada tahun 2010-2012, BMKG memasang enam seismograph di sekitar Sesar Lembang, aktivitas Sesar Lembang mulai muncul dengan kekuatan 1.5-3.4 SR," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (25/1).

Ia melanjutkan, pada periode tersebut patahan Sesar Lembang aktif. Namun, pascatahun tersebut kembali tidur. Rasmid menyebut tipe pergerakan Sesar Lembang adalah strike slip (mengiri) dengan sedikit komponen vertikal. "Hampir tidak ada aktivitas seismik pada periode tersebut (2012-2020)," katanya.

Ia menuturkan, Sesar Lembang merupakan sesar aktif yang memiliki panjang sekitar 25-29 KM memanjang dari Padalarang melewati Kota Lembang hingga ke Gunung Manglayang dan terbagi menjadi tiga segmen. Berdasarkan kajian paleoseismik, Sesar Lembang pernah mengalami pelepasan energi (gempa bumi) tahun 1600 dengan kekuatan mendekati 6.9 SR.

"Sejak tahun 1600 Sesar Lembang tidak beraktivitas sehingga dianggap sudah tidak aktif lagi," katanya. Namun, berdasarkan perhitungan periode ulang Sesar Lembang selama 500 tahun diperkirakan gempa bumi dengan kekuatan sebesar itu akan terjadi sekitar tahun 2100.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA