Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Antisipasi Banjir, DKI Siapkan Pengungsian dan Rapid Antigen

Jumat 29 Jan 2021 06:03 WIB

Rep: Flori sidebang/ Red: Gita Amanda

Petugas Dinas Sumber Daya Air menyelesaikan pembuatan kolam olakan di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (28/1). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat kolam olakan yang dapat mengaliri air menuju saluran drainase kemudian dialirkan ke saluran penghubung sebagai salah satu upaya untuk mengatasi banjir yang kerap mleanda kawasan Kelapa Gading. Republika/Putra M. AKbar

Petugas Dinas Sumber Daya Air menyelesaikan pembuatan kolam olakan di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (28/1). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat kolam olakan yang dapat mengaliri air menuju saluran drainase kemudian dialirkan ke saluran penghubung sebagai salah satu upaya untuk mengatasi banjir yang kerap mleanda kawasan Kelapa Gading. Republika/Putra M. AKbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Karena pandemi Covid-19, jumlah pengungsi maksimal dalam satu lokasi akan dibatasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi musim hujan. Salah satunya adalah menyediakan sebanyak 1.243 lokasi pengungsian yang tersebar di lima wilayah Ibu Kota.

"Karena pandemi Covid-19, jumlah pengungsi maksimal dalam satu lokasi dibatasi. Sehingga, ada jaga jarak antarkeluarga yang mengungsi," kata Plt Kepala BPBD DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto dalam keterangan tertulis resminya, Kamis (28/1).

Sabdo menjelaskan, jumlah lokasi pengungsian tersebut setidaknya dapat menampung 172.936 orang. Namun, karena sedang menghadapi pandemi Covid-19, kapasitas pengungsi di lokasi pengungsian akan dibatasi.

"Kapasitas tampungan maksimal berkurang menjadi hanya sepertiganya, yakni 65.828 orang," ujarnya.

Sabdo menuturkan, pihaknya juga telah memasang tanda dan arah lokasi pengungsian di 267 wilayah Kelurahan. Selain itu, BPBD DKI Jakarta pun bakal menyediakan layanan rapid test antigen bagi para pengungsi korban banjir.

Menurut dia, hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus corona di lokasi pengungsian. Ia menyebut, layanan rapid test antigen tersebut akan dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Di masa pandemi Covid-19 itu kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan, jadi pelibatan dari teman-teman semua dan terutama Dinas Kesehatan itu melakukan screening awal, tentunya melihat, kemudian ada terkonfirmasi, kemudian lanjut di rumah sakit rujukan, dengan demikian maka ini bagian daripada antisipasi," jelas Sabdo.

Sabdo mengungkapkan, layanan rapid test antigen di lokasi pengungsian merupakan standar operasi prosedur (SOP) yang harus dijalankan selama pandemi Covid-19. Dia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta pun sudah menyiapkan alat rapid test antigen yang dibutuhkan untuk memeriksa para pengungsi korban banjir.

"Jadi persoalan rapid antigen ini bagian yang bisa dilakukan dan insyaallah kita siap untuk barangnya sendiri, SOP-nya demikian," tutur dia.

Di sisi lain, Sabdo menambahkan, pihaknya juga sudah mengeluarkan buku panduan mengenai kesiapsiagaan menghadapi banjir untuk masyarakat. Total ada sebanyak 33.311 buku panduan.

Adapun buku panduan tersebut sudah dibagikan kepada para pengurus RT/RW. Masyarakat pun dapat mengunduh buku panduan tersebut melalui https://bit.ly/PanduanKesiapsiagaanMenghadapiBanjirJakarta.

“Panduan tersebut berisi penjelasan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir. Mulai dari saat tidak terjadi banjir (tas siaga bencana), jika sudah ada potensi banjir, pada saat terjadi banjir. Jika berada di lokasi pengungsian dan setelah banjir," ungkapnya.

"Harapannya, masyarakat lebih siap, meski personel dan pendukung lainnya kita kerahkan,” imbuh Sabdo.

Untuk mengantisipasi penumpukan pengungsi, lurah dan camat menyiapkan lokasi pengungsian alternatif sebanyak 2-3 kali lipat. Pemprov DKI juga menyiagakan petugas atau relawan kesehatan, serta gugus tugas daerah. Kemudian, melakukan sterilisasi lokasi pengungsian secara teratur, menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan dilengkapi tandon air dan sabun.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA