Kamis 28 Jan 2021 20:57 WIB

Tangani Anti-Semitisme, Norwegia Pantau Media Sosial

Norwegia bakal memberikan pengetahuan tentang bahaya rasialisme dan anti-Semitisme

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini
Ribuan orang Yahudi dibawa ke kamp konsentrasi. (ilustrasi)
Foto: wikimedia.org
Ribuan orang Yahudi dibawa ke kamp konsentrasi. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, OSLO -- Pemerintah Norwegia telah mengambil beberapa langkah untuk menangani anti-Semitisme dan ujaran kebencian di negara tersebut. Pemantauan media sosial menjadi salah satu tindakan yang diambil.

“Di beberapa lingkungan, kami melihat bahwa lebih banyak orang mengekspresikan diri mereka dengan lebih penuh kebencian daripada sebelumnya. Oleh karena itu, kami mengusulkan untuk memantau anti-Semitisme di internet dan media sosial. Ini akan memberi kami pengetahuan penting untuk menilai sejauh mana sikap ini," kata Menteri Digitalisasi Norwegia Linda Hofstad Helleland, dikutip laman Sputnik, Kamis (28/1).

Baca Juga

Selain itu, Norwegia bakal memberikan pengetahuan tentang bahaya rasialisme dan anti-Semitisme kepada para siswa di berbagai jenjang pendidikan. Helleland mengatakan pelatihan dalam berpikir kritis sangat penting saat teori konspirasi berkembang.

Terkait anti-Semitisme, Pemerintah Norwegia juga berjanji untuk terus mendukung prakarsa informasi Mosaic Faith Society, berbagai museum Yahudi, dan Festival Yahudi di Trondheim. Serangkaian langkah yang diumumkan Norwegia perihal penanganan anti-Semitisme bertepatan dengan Hari Peringatan Holocaust Internasional pada 27 Januari.

Holocaust adalah pembantaian Yahudi pada masa Perang Dunia II. Sekitar enam juta Yahudi diperkirakan menjadi korban selama periode tersebut. Sebanyak 773 orang Yahudi Norwegia dideportasi dari negara itu selama masa perang. Hanya 35 dari mereka yang selamat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement