Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Real Madrid Berisiko Kehilangan Sergio Ramos

Kamis 28 Jan 2021 16:08 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Isyarat Sergio Ramos dari Real Madrid selama pertandingan sepak bola semifinal Piala Super Spanyol antara Real Madrid melawan Athletic Bilbao di stadion La Rosaleda di Malaga, Spanyol, Kamis, 14 Januari 2021. Athletic Bilbao menang 2-1 dan akan bermain di final.

Isyarat Sergio Ramos dari Real Madrid selama pertandingan sepak bola semifinal Piala Super Spanyol antara Real Madrid melawan Athletic Bilbao di stadion La Rosaleda di Malaga, Spanyol, Kamis, 14 Januari 2021. Athletic Bilbao menang 2-1 dan akan bermain di final.

Foto: AP/Jose Breton
Ramos masih belum juga mau memperpanjang kontraknya.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Segera selesainya bulan Januari tidak beriringan dengan proses perpanjangan kontrak kapten Real Madrid, Sergio Ramos. Setelah sebelumnya tawaran klub dibuat, tidak ada pergerakan dari dua belah pihak.

Dilansir dari laman IB Times, Kamis (28/1), laporan menyebut Los Blancos bisa saja mengambil risiko kehilangan kapten mereka. Klub lebih memilih untuk melepas Ramos dibandingkan dengan stabilitas keuangan klub yang tengah berjuang di tengah pandemi Covid-19.

Hanya Luka Modric yang memperpanjang kontrak, dan disebut sebagai satu-satunya pemain yang menyetujui persyaratan yang ditawarkan klub. Sementara Sergio Ramos dan Lucas Vazquez sama-sama menolak tawaran klub.

Andai pergi, maka kehilangan keduanya bisa mempengaruhi klub karena pelatih mereka, Zinedine Zidane. Namun presiden klub, Florentino Perez tetap tegus untuk memprioritaskan keuangan klub dibandingkan tuntutan para pemainnya.

Klub dilaporkan tidak ingin melakukan perubahan pada tawaran yang ditolak oleh pemain. Di sisi lain, pemain saat ini bebas untuk berdiskusi dengan klub lain meski belum ada laporan soal tawaran keduanya. Bagaimanapun, klub sepak bola tentu mementingkan keuangan klub dibandingkan merekrut lagi pemain bintang ketika klub sendiri berusaha untuk membayar gaji besar dari para bintang yang sudah mereka miliki.

Sebut saja klub seperti Bayern Muenchen, Barcelona, Manchester United, Paris Saint Germain, Juventus dan bahkan Real Madrid yang dikabarkan memiliki pakta non-agresi untuk mencegah klub melakukan tindakan curang saat menegosiasikan transfer pemain. Pakta tersebut dirancang pula untuk melindungi klub dari biaya transfer yang berlebihan dimana seringkali adanya perang tawaran di balik layar.

Tentu masih jadi sebuah pertanyaan dengan nasib Ramos di klub. Meskipun masih ada beberapa pekan untuk melihat apakah Ramos memilih untuk tetap menolak dan hengkang atau kejutan lain di balik itu yang tiba-tiba muncul.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA