Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Ridwan Kamil Intruksikan Agro Jabar Genjot Produksi Jagung

Kamis 28 Jan 2021 14:33 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Fuji Pratiwi

 Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meresmikan teknologi smart greenhouse hasil kerja sama BUMD PT Agro Jabar dengan mitranya dimana greenhouse ini menggunakan metode pertanian sistem infus untuk bantu meningkatkan produktivitas panen jagung  di Desa Wanajaya, Kabupaten Garut, Rabu (27/1).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meresmikan teknologi smart greenhouse hasil kerja sama BUMD PT Agro Jabar dengan mitranya dimana greenhouse ini menggunakan metode pertanian sistem infus untuk bantu meningkatkan produktivitas panen jagung di Desa Wanajaya, Kabupaten Garut, Rabu (27/1).

Foto: istimewa
Jagung merupakan komoditas strategis karena kegunaannya yang beragam.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat, PT Agro Jabar terus meningkatkan performa bisnisnya. Salah satunya, adalah menggenjot bisnis dan industri pangan yakni dengan mengembangan komoditas jagung.

Jagung merupakan komoditas yang strategis karena produktivitas dan kegunaannya yang beragam mulai dari pakan, pangan, energi dan bahan baku industri. Untuk meningkatkan produksi jagung nasional khususnya di Jawa Barat, Agro Jabar bekerja sama dengan perusahaan BUMD Sumatera Barat yaitu PT Benindo sebagai penyedia benih unggul jagung hibrida.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap, Agro Jabar menjadi inspirator masyarakat Jabar dan menjadi offtaker menjamin pasarnya. Sehingga, Agro Jabar dapat menjadi mitra bagi masyarakat khususnya para petani. 

Baca Juga

Ridwan Kamil mengatakan, Agro Jabar diberikan mandat sebagai salah satu BUMD pangan untuk dapat menstabilkan kebutuhan pangan khususnya di Jawa Barat. Salah satunya komoditas jagung.

"Yang paling dominan, jagung sebagai bahan baku pakan ternak yaitu mencapai 51,4 persen, berdasarkan Data BPS dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2018," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Rabu petang (27/1).

Saat ini, menurut Emil, kebutuhan jagung dipenuhi dari produksi nasional dan impor. Kebutuhan jagung nasional belum sepenuhnya dipenuhi dari produksi jagung nasional. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA