Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Menlu AS: Hubungan dengan China Tetap Diperkuat

Kamis 28 Jan 2021 12:58 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken

Foto: www.huffingtonpost.com
Masih banyak masalah AS dengan China yang perlu diselesaikan agar hubungan membaik.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON --- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menegaskan kembali tentang upaya genosida yang telah dilakukan oleh pemerintah China terhadap Muslim Uighur di wilayah Xinjiang. Di sisi lain, Blinken mengatakan bahwa hubungan antara AS-China merupakan hal yang sangat penting.

Blinken mendukung kerja sama AS dengan China dalam berbagai hal, mulai dari perubahan iklim dan masalah lainnya yang menjadi perhatian bersama. Namun, dia juga tidak memungkiri bahwa pemerintahan sebelumnya telah membuat hubungan antara AS dan China semakin merenggang.

"Semakin lama hubungan itu memiliki beberapa aspek permusuhan. Ini memiliki hubungan yang kompetitif dan masih ada yang kooperatif," ujar Blinken.

Blinken menambahkan, memerangi perubahan iklim adalah kepentingan yang penting bagi AS dan China. Menurutnya, masih banyak masalah lain dengan China yang perlu diselesaikan agar hubungan kedua negara semakin harmonis.

“Saya pikir, dan berharap, bahwa kita akan dapat mengejar itu, tapi itu sesuai dengan konteks yang lebih luas dari kebijakan luar negeri kita, dan banyak masalah yang menjadi perhatian kita dengan China; masalah yang perlu kami selesaikan," ujar Blinken.

Setelah disahkan oleh Senat sebagai menteri, Blinken berjanji untuk memperbaiki hubungan AS dengan mitra global. Dia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Amerika dapat menjadi pemimpin global.

Kebijakan "America First" Presiden Donald Trump telah merusak aliansi tradisional Washington. Penyerbuan Capitol AS pada 6 Januari oleh massa pro-Trump semakin merusak posisi Amerika dalam dunia internasional.

Pemerintahan Biden telah berjanji untuk melakukan pendekatan yang keras untuk "mengalahkan" China. Namun, para pendukung kebijakan garis keras terhadap Beijing telah menyuarakan keprihatinan bahwa mereka mungkin dipaksa untuk berkompromi dalam hal ini untuk membuat kemajuan dalam isu-isu seperti iklim dan Korea Utara (Korut).

Secara terpisah, Blinken mengatakan, dia telah meminta Zalmay Khalilzad untuk tetap menjabat sebagai perwakilan khusus AS untuk gerakan perdamaian Afghanistan. Khalilzad merundingkan perjanjian dengan Taliban untuk penarikan pasukan AS dari perang terpanjang Amerika dengan imbalan jaminan keamanan dari pemberontak.

Blinken mengatakan, pemerintahan Biden sedang meninjau perjanjian itu untuk memastikan bahwa kami benar-benar memahami komitmen yang telah dibuat Taliban serta komitmen apa pun yang telah kami buat.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA