Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Kabul akan Bangun Kembali Tempat Kelahiran Jalaluddin Rumi

Kamis 28 Jan 2021 11:16 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil

Kabul akan Bangun Kembali Tempat Kelahiran Jalaluddin Rumi. Foto: jalaluddin rumi

Kabul akan Bangun Kembali Tempat Kelahiran Jalaluddin Rumi. Foto: jalaluddin rumi

Foto: turkeyworld
Tempat kelahiran Jalaluddin Rumi akan dibangun kembali.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Jalaluddin Ar-Rumi merupakan seorang penyair sufi legendaris dalam sejarah peradaban Islam. Ia lahir di kompleks Balkh, Afghanistan, pada 30 September 1207.

Pihak berwenang Afghanistan berencana membangun kembali kompleks pengajaran Islam abad ke-13 di Provinsi Balkh yang pernah menjadi rumah bagi Jalaluddin Rumi. Lokasi tersebut pernah menjadi tempat belajar yang terdiri atas masjid, biara, dan madrasah untuk ratusan murid ayahnya, teolog Bahauddin Walad, yang dikenal oleh orang Afghanistan sebagai Sultan Al-Ulema.

Beberapa tahun setelah keluarga Rumi meninggalkan Balkh, sekitar 1210, kota makmur di barat laut ibu kota provinsi, Mazar-e Sharif, dihancurkan oleh pasukan Mongol Genghis Khan yang menyerbu dari timur laut.

Pekerjaan untuk membangun kembali Balkh memakan waktu lebih dari satu abad dan situs pembelajaran tetap dalam reruntuhan. Berabad-abad kemudian, ketika miliaran dolar bantuan asing mulai mencapai Afghanistan setelah penggulingan Taliban pada 2001, pemerintah Kabul mendapat kecaman karena gagal memulihkan pusat Walad.

Saat ini, pekerjaan restorasi akan dimulai kembali. "Itu akan dibangun kembali dengan cara klasik dan tradisional," kata Wakil Menteri Informasi Afghanistan Shivaye Sharq dilansir dari Arab News, Kamis (28/1).

“Dengan kebangkitan kembali biara, kami berharap, dapat memperkenalkan orang-orang pada harta karun yang hilang,” katanya.

“Selain biara, akan ada museum, sanggar tari sama, salon budaya, taman, dan perpustakaan," tambahnya.

Tarian berputar atau disebut tarian sufi sema merupakan tarian peninggalan Rumi. Pengikutnya kerap mempraktikkannya sebagai bentuk doa dan pengabdian.

Rumi menghabiskan sebagian besar hidupnya di Anatolia, Turki, dan dimakamkan di Konya dan kini menjadi tempat ziarah. Pemerintah Turki bertahun-tahun yang lalu berjanji untuk membantu membangun kembali pusat pengajaran Islam, tetapi janji tersebut belum terpenuhi.

Kepala pusat informasi dan budaya di Provinsi Balkh, Matiullah Karimi, mengatakan, biaya proyek restorasi sebesar 7 juta dolar akan ditanggung oleh pemerintah Afghanistan.

"Sebagian dari kubah besar yang terbuat dari lumpur dan empat yang lebih kecil adalah satu-satunya yang tersisa dari biara," kata Karimi.

“Pemulihan vihara ini penting untuk menjaga warisan budaya dan pembelajaran kita, dan juga baik untuk industri pariwisata,” ujarnya

Bagi cendekiawan Afghanistan, Hashmatullah Bawar, seorang dosen ilmu sosial di Universitas Dunya Kabul, mengatakan, pemulihan pusat pembelajaran juga akan membantu masyarakat luas. Karena kemajuan suatu bangsa tidak diukur dari bangunan yang menjulang, jalan yang panjang dan kekayaan yang tidak mempromosikan ilmu pengetahuan dan sains, tetapi oleh perpustakaan, pusat ilmu pengetahuan dan pusat-pusat seperti Walad, yang menjadi sumber harapan bagi banyak orang.

Daya tarik Rumi masih dianggap sebagai salah satu penyair terhebat dan juga terlaris di dunia semakin menguatkan antusiasme atas rekonstruksi pusat pengajaran ayahnya.

“Rumi mewarisi pemikiran mistiknya dari ayah buyutnya,” kata Saleh Mohammed Khaliq, kepala Balkh Writers 'Union.

"Pemikiran humanis dan mistis sangat dibutuhkan di dunia kita saat ini, yang telah menjadi korban kekerasan dan perang," tambahnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA