Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Pencurian Koleksi Museum Masih Jadi Masalah

Kamis 28 Jan 2021 00:54 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Yudha Manggala P Putra

Salah satu pengelola museum menunjukan lemari kaca yang kosong usai benda etnografis dicuri di museum Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (27/1/2021). Ratusan koleksi benda-benda etnografis jenis logam dan samurai jepang serta beberapa lembar pakaian adat peninggalan sejumlah etnis  dicuri di gudang museum Kendari sementara pihak kepolisian kesulitan mengidentifikasi para pelakunya akibat pengelola museum tidak memasang alat pemantau.

Salah satu pengelola museum menunjukan lemari kaca yang kosong usai benda etnografis dicuri di museum Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (27/1/2021). Ratusan koleksi benda-benda etnografis jenis logam dan samurai jepang serta beberapa lembar pakaian adat peninggalan sejumlah etnis dicuri di gudang museum Kendari sementara pihak kepolisian kesulitan mengidentifikasi para pelakunya akibat pengelola museum tidak memasang alat pemantau.

Foto: ANTARA/Jojon
Museolog menyebut pencurian di museum masih menjadi masalah karena beberapa faktor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arkeolog dan Museolog dari Universitas Indonesia, Kresno Yulianto menganggap, pencurian yang terjadi di museum di Indonesia memang masih menjadi masalah. Menurut dia, hal tersebut terjadi karena keamanan dan keselamatan museum yang belum memadai.

"Ada beberapa faktor juga di dalamnya, misal dari manusia, seperti perencanaan museum yang buruk hingga ruang pamer yang tidak memadai,’’ ujar dia ketika dihubungi Republika.co.id, Rabu (27/1).

Menurutnya, aksi vandalisme yang berujung pencurian juga menjadi faktor kelalaian pihak manusia dan pengelola museum. Pandangan tersebut, menyusul aksi pencurian ratusan koleksi Museum di Sulawesi Tenggara yang terjadi Senin malam kemarin.

"Museum di indonesia masih banyak yang menganggap operasional hanya sebatas koleksi saja. Belum semua museum punya standar keamanan yang baik, dari CCTV, Apar, tali pembatas dan lainnya,’’ kata dia.

Padahal, perlengkapan keamanan tersebut ia nilai merupakan hal yang paling dasar dari operasional museum. Khususnya, jika merujuk pada Museum Sulawesi Tenggara yang diketahui tak memiliki sistem CCTV atau keamanan lain, dan hanya bermodal gembok untuk menyimpan koleksinya.

Ketika ditanya masalah kejahatan terhadap koleksi museum yang selalu berulang, ia tak menampiknya. Menurut Kresno, pemerintah sebenarnya telah mengatur hukum dan sanksi sedemikian rupa, meskipun tak diketahui bagaimana pelaksanaanya detailnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA