Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Pemprov Jabar Siapkan Lahan Pertanian Bagi 5.000 Milenial

Kamis 28 Jan 2021 04:46 WIB

Red: Hiru Muhammad

Seorang anggota Asosiasi Petani Milenial Porang Galuh (APMPG) merawat tanaman porang di Desa Handapherang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (17/1/2020). Menurut para petani, permintaan umbi porang untuk industri belum terpenuhi, petani hanya mampu memenuhi 15-20 persen dari 10 juta ton permintaan porang per tahun untuk satu industri, sehingga petani porang Galuh memberdayakan petani muda untuk memanfaatkan lahan yang tidak produktif.

Seorang anggota Asosiasi Petani Milenial Porang Galuh (APMPG) merawat tanaman porang di Desa Handapherang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (17/1/2020). Menurut para petani, permintaan umbi porang untuk industri belum terpenuhi, petani hanya mampu memenuhi 15-20 persen dari 10 juta ton permintaan porang per tahun untuk satu industri, sehingga petani porang Galuh memberdayakan petani muda untuk memanfaatkan lahan yang tidak produktif.

Foto: ADENG BUSTOMI/ANTARA
Jabar membutuhkan petani muda agar sektor pertanian terus tumbuh

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT--Pemerintah Provinsi Jabar menyiapkan lahan pertanian untuk dikelola oleh 5.000 petani milenial yang telah diseleksi dan memiliki semangat untuk mengembangkan produk pertanian sehingga tidak lagi mencari pekerjaan di kota. "Lima ribu warga Jabar muda jadi petani, tanahnya dari provinsi sudah disiapkan hampir seribuan hektare," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai peresmian Smart Green House PT Agro Jabar di Kampung Cikole, Desa Wanasari, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Rabu (27/1).

Ia menuturkan Indonesia khususnya di Jabar membutuhkan petani muda agar sektor pertanian terus tumbuh untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Upaya mewujudkan petani muda maka Pemerintah Provinsi Jabar menyediakan lahan yang diperbolehkan petani milenial untuk menggarapnya dan menjadi sumber penghasilan yang lebih baik daripada di kota. "Syaratnya mau berkeringat, dan syarat wajib tinggal di desa, jangan ingin programnya tapi tinggal di kota," kata pria yang akrab dipanggil Kang Emil itu.

Ia menyampaikan petani milenial itu hanya cukup bekerja menanam dan merawat tanamannya agar tumbuh baik, kemudian diberi pinjaman modal, lalu hasil pertaniannya akan dibeli oleh PT Agro Jabar. "Tanah dikasih, modal dikasih, hasil dibeli, sudah seenak-enaknya hidup, tinggal hidup mau kerja saja," katanya.

Ia mengungkapkan rencananya Pemprov Jabar menyiapkan lahan 4 ribu hektare di Kabupaten Subang yang siap digunakan untuk petani milenial. Ia berharap program itu mendapat dukungan dari pemerintah daerah untuk menciptakan swasembada pangan di Jabar. "Saya tidak melihat alasan tidak berhasil, sampai suatu hari tinggal di desa itu keren," katanya.

 

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA