Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Pengunjung Pasar Beringharjo Turun 70 Persen

Rabu 27 Jan 2021 19:25 WIB

Red: Indira Rezkisari

Pedagang menunggu pembeli di kawasan Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Pandemi menyebabkan jumlah pengunjung Pasar Beringharjo menurun drastis.

Pedagang menunggu pembeli di kawasan Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Pandemi menyebabkan jumlah pengunjung Pasar Beringharjo menurun drastis.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Pengunjung utama Pasar Beringharjo adalah wisatawan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Jumlah pengunjung ke Pasar Beringharjo Yogyakarta khususnya untuk pedagang batik dan suvenir mengalami penurunan yang cukup signifikan selama pemberlakukan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Penurunan terjadi hingga 70 persen.

“Jumlah pembeli berkurang cukup banyak karena memang segmen konsumen di Beringharjo Barat adalah wisatawan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono di Yogyakarta, Rabu (27/1).

Menurut dia, PPKM di Jawa-Bali sejak 11 Januari dan rencananya dilakukan hingga 8 Februari mengakibatkan jumlah wisatawan yang berkunjung pun turun. “Karena wisatawan berkurang, maka pembeli di Beringharjo Barat pun otomatis menurun,” katanya.

Oleh karenanya, lanjut Yunianto, perlu dilakukan upaya lain untuk membantu pedagang. Di antaranya mendorong pedagang untuk lebih optimal memanfaatkan pemasaran secara daring.

“Berbagai marketplace yang banyak tersedia dapat dimanfaatkan oleh pedagang untuk mendongkrak omzet penjualan,” katanya, yang juga melakukan kajian untuk memberikan relaksasi kepada pedagang pasar yang terdampak PPKM.

Pada tahun lalu, Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta memberikan keringanan pembayaran retribusi untuk pedagang pasar karena terdampak pandemi Covid-19. “Untuk tahun ini, kami sedang kaji lagi. Bisa saja diwujudkan dalam bentuk lain,” katanya.

Selain Pasar Beringharjo sisi barat, Pasar Klithikan juga mengalami dampak yang cukup signifikan selama pemberlakuan PPKM. “Untuk pasar tradisional yang menjual bahan kebutuhan pokok, tidak mengalami dampak karena masyarakat tetap membutuhkan bahan kebutuhan pokok,” katanya.

Penurunan jumlah pengunjung selama PPKM, lanjut dia, tidak hanya terjadi di Beringharjo. Tetapi kondisi serupa terjadi di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Yogyakarta meskipun Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta belum melakukan survei kuantitatif terkait penurunan jumlah pengunjung.

Secara kualitatif, lanjut dia, pengunjung juga mengalami penurunan hingga lebih dari 50 persen. “Biasanya, keramaian di pusat-pusat perbelanjaan ini terjadi pada malam hari, tetapi karena ada pembatasan jam operasional hingga maksimal pukul 19.00 WIB maka mempengaruhi jumlah pengunjung,” katanya.

Ia pun berharap, pembatasan jam operasional yang diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB pada PPKM tahap dua. Sehingga bisa sedikit membantu meningkatkan jumlah pengunjung.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan, terus melakukan patroli pemantauan untuk memastikan seluruh tempat usaha mematuhi aturan PPKM termasuk memastikan masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Pelanggaran yang banyak terjadi adalah melanggar jam operasional. Biasanya usaha jasa makanan dan minuman. Kami berikan surat teguran bahkan peringatan,” katanya.


sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA