Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Pegiat Pendidikan: Masyarakat Butuh Pusat Belajar Mandiri

Rabu 27 Jan 2021 16:23 WIB

Red: Ratna Puspita

[Ilustrasi] Siswi SMA berjalan pulang usai melaksanakan belajar tatap muka ketika pandemi Covid-19.

[Ilustrasi] Siswi SMA berjalan pulang usai melaksanakan belajar tatap muka ketika pandemi Covid-19.

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Pusat belajar ini bisa berupa satu rumah yang dapat dimanfaatkan semua orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pegiat pendidikan dari jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG) menilai saat ini masyarakat di berbagai daerah di Tanah Air membutuhkan adanya pusat-pusat belajar mandiri. Pusat belajar mandiri ini setidaknya cukup ada satu rumah, tetapi dapat dimanfaatkan semua orang saat pandemi Covid-19 melanda.

"Kami merekomendasikan dan mendorong adanya pusat belajar mandiri di masyarakat lengkap dengan akses internet sehingga bisa dimanfaatkan bersama," kata Koordinator Nasional Jaringan SMSG Ivan Ahda, saat diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Rabu (27/1).

Ia mencontohkan adanya rumah belajar nagari (desa) yang hadir di Pariaman, Sumatera Barat, dengan hanya memanfaatkan satu rumah dan diperkuat dengan akses internet. "Sekarang belajar serba daring, jadi di sana ada satu rumah dihibahkan dan pelajar bisa berbondong-bondong memanfaatkan fasilitas tersebut," katanya.

Baca Juga

Menurutnya, keberadaan rumah belajar nagari tersebut merupakan suatu inovasi yang bagus. Akan lebih baik lagi bila tiap-tiap kampung atau nagari bisa menerapkan hal serupa sehingga tidak hanya di daerah itu melainkan di seluruh penjuru Tanah Air.

Apalagi, jika daerah bisa bekerja sama dengan pihak Telkom untuk memberikan ruang atau akses internet cukup untuk satu rumah atau satu titik saja. Hal tersebut akan memberikan manfaat yang amat besar dalam pembelajaran di tengah pandemi.

Sebelumnya, Jaringan SMSG telah turut serta membantu pemerintah dalam menyumbang konten untuk pembelajaran dari rumah bagi para peserta didik, khususnya yang ditayangkan di media televisi. Ia mengatakan sejauh ini baru bisa diterapkan di TVRI. Namun, ia berharap pemerintah juga dapat mendorong media televisi lainnya untuk turut membuka slot dalam mendedikasikan adanya program belajar bagi peserta didik di rumah.

"Ini salah satu yang paling realistis karena infrastruktur jaringan televisi itu sudah ada dan setidaknya ini dapat menjangkau teman-teman di daerah," kata Ivan yang juga Ketua Ikatan Alumni (Iluni) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tersebut.

Di sisi lain, Ivan Ahda mengatakan pihaknya berencana mengampanyekan donasi gawai pada tahun ini untuk dikumpulkan serta disalurkan bagi mereka yang membutuhkan guna kegiatan belajar. "Intinya memperkuat dan meningkatkan keterampilan mereka dalam penggunaannya sehingga digunakan sesuai peruntukan dan tidak melenceng akses kemana-mana," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA