Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Apa Akibatnya Bila Menunda Dosis Kedua Vaksin Covid-19?

Selasa 26 Jan 2021 22:33 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Seorang perawat bersiap memberikan suntikan vaksin COVID-19 kepada rekannya di sebuah rumah sakit di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, Senin, 25 Januari 2021.

Seorang perawat bersiap memberikan suntikan vaksin COVID-19 kepada rekannya di sebuah rumah sakit di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, Senin, 25 Januari 2021.

Foto: AP/Binsar Bakkara
Keterlambatan 3-7 hari untuk dosis kedua vaksin Covid-19 masih dapat ditoleransi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vaksin Covid-19 diberikan sebanyak dua dosis untuk memberikan perlindungan yang optimal. Akan tetapi, sebagian orang yang sudah mendapatkan dosis pertama mungkin menghadapi halangan sehingga tak bisa mendapatkan dosis kedua tepat waktu. Apa dampaknya?

Pada dasarnya, perlu ada jeda waktu antara pemberian dosis pertama dan kedua vaksin Covid-19. Akan tetapi, jeda ideal untuk masing-masing vaksin Covid-19 berbeda.

Jeda waktu ideal untuk pemberian dosis pertama dan kedua vaksin Covid-19 Pfizer adalah 21 hari. Efikasi vaksin akan meningkat dari 52-60 persen menjadi 95 persen setelah pemberian dosis kedua.

Sedangkan pada vaksin Covid-19 Moderna, jeda waktu yang ideal antara pemberian dosis pertama dan kedua adalah 28 hari. Setelah pemberian dosis kedua, efikasi vaksin akan meningkat dari 85-90 persen menjadi 95 persen.

Saat ini, belum diketahui dampak yang mungkin terjadi bila seseorang telat mendapatkan dosis kedua vaksin Covid-19. Alasannya, belum ada studi yang dilakukan mengenai hal tersebut. Tiap ahli juga memiliki pandangan yang berbeda terkait berapa lama keterlambatan yang bisa ditoleransi untuk mendapatkan dosis kedua vaksin Covid-19.

Para ahli kesehatan dari The Ohio State University Wexler Medical Center mengatakan data klinis menunjukkan bahwa keterlambatan 3-7 hari untuk mendapatkan dosis kedua vaksin Covid-19 masih dapat ditoleransi. Akan tetapi, beberapa ahli lain menilai keterlambatan yang lebih lama dari itu masih dinilai baik-baik saja.

"Bila Anda terlambat mendapatkan dosis kedua hingga beberapa minggu, kemungkinan itu tak akan menjadi masalah," jelas dokter dan peneliti Leo Nisolla MD, seperti dilansir Men's Health.

Akan tetapi, Nisolla menilai pemberian dosis kedua sebaiknya tidak terlambat sampai hitungan bulan. Bila seseorang terlambat hingga berbulan-bulan, Nisolla menganjurkan untuk vaksinasi ulang dari awal.

Vaksin Covid-19 memang peru diberikan dalam dua dosis dengan jeda waktu pemberian antara dosis pertama dan kedua. Pemberian dosis kedua bertujuan untuk meningkatkan efikasi dari pemberian dosis pertama dengan cara membuat tubuh terpapar oleh antigen imunisasi. Cara ini akan membantu tubuh memproduksi antibodi yang cukup kuat sehingga bila tubuh terpapar SARS-CoV-2, tubuh bisa melawan virus tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA