Selasa 26 Jan 2021 21:33 WIB

Masyarakat Kabupaten Lebak Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Peningkatan kewaspadaan agar tidak terulang lagi banjir bandang dan longsor awal 2020

 Rumah Zakat Action bekerja sama dengan BASARNAS dan BPBD Provinsi Banten berupaya mencari korban bencana Longsor yang terjadi di Kampung Ciusul, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten pada hari Ahad (8/12).
Foto: Rumah Zakat
Rumah Zakat Action bekerja sama dengan BASARNAS dan BPBD Provinsi Banten berupaya mencari korban bencana Longsor yang terjadi di Kampung Ciusul, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten pada hari Ahad (8/12).

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK-- Masyarakat Kabupaten Lebak Provinsi Banten diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam menyusul curah hujan di daerah itu yang mulai meningkat. "Sejak sore sampai malam ini hujan masih berlangsung dengan intensitas sedang," kata Plh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Selasa (26/1).

Peningkatan kewaspadaan itu agar tidak terulang kembali bencana banjir bandang dan longsor awal tahun 2020 di enam kecamatan di Kabupaten Lebak mengakibatkan ribuan orang mengungsi juga sembilan orang meninggal dunia.

Selain itu juga ratusan rumah dan puluhan infrastruktur hilang dan rusak berat akibat bencana alam tersebut. BPBD Lebak terus menyampaikan peringatan kewaspadaan bencana longsor dan banjir akibat cuaca buruk tersebut.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan terjadi pada Januari-Februari 2021."Kami berharap peringatan kewaspadaan itu agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material yang besar," katanya.

Ia mengatakan warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam itu mencapai ribuan kepala keluarga. Mereka tinggal di prmukiman yang lokasinya berdekatan dengan aliran sungai, perbukitan, dan kaki gunung di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Apabila, curah hujan itu cenderung meningkat maka warga yang tinggal di lokasi rawan bencana banjir sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selama ini, wilayah Kabupaten Lebak yang masuk zona rawan bencana banjir tersebar di 12 kecamatan dan bencana longsoran tanah di 16 kecamatan."Kami menginstruksikan relawan kecamatan agar menyampaikan data perkampungan yang rawan bencana alam agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul curah hujan meningkat," katanya.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement