Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Kewalahan, Portugal Ingin Minta Bantuan UE Atasi Covid-19

Selasa 26 Jan 2021 19:38 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Jalan-jalan kosong saat jam malam di Porto, Portugal, Senin (10/11/2020). Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa memberlakukan keadaan darurat selama 15 hari dalam upaya mengekang penyebaran virus corona.

Jalan-jalan kosong saat jam malam di Porto, Portugal, Senin (10/11/2020). Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa memberlakukan keadaan darurat selama 15 hari dalam upaya mengekang penyebaran virus corona.

Foto: SILVA EPA-EFE / ESTELA
Portugal kemungkinan akan meminta negara lain mengirimkan petugas medis

REPUBLIKA.CO.ID, LISBON -- Menteri Kesehatan Portuga mengatakan pihaknya mempertimbangkan meminta bantuan negara-negara Uni Eropa lain untuk mengatasi lonjakan kasus infeksi Covid-19. Data dari Johns Hopkins University menunjukkan saat ini Portugal negara dengan laju pertambahan kasus positif dan kematian terkait virus corona tertinggi di dunia.

Menteri Kesehatan Marta Temido mengatakan mengirimkan pasien Covid-19 ke negara Uni Eropa lain bukan sesuatu yang biasa dilakukan di blok tersebut. Selain itu beban yang ditanggung rumah sakit di seluruh kontinen sangat berat. Tetapi, katanya, Portugal tidak diuntungkan dengan biografinya yang terpencil.

Ia mengatakan mungkin Portugal akan meminta negara lain mengirimkan petugas medis mereka. Selasa (26/1) di stasiun televisi RTP, Temido mengatakan rumah-rumah sakit Portugal berada di bawah tekanan yang parah.

Baca Juga

"Kami memiliki ranjang rumah sakit yang tersedia, kami kesulitan mendapatkan staf medis," katanya.

Permintaan itu tampaknya akan sulit dipenuhi pasalnya 27 negara anggota Uni Eropa juga mengalami tekanan yang sama. Virus corona varian baru yang lebih menular semakin sulit permintaan tersebut dipenuhi.

 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA