Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Lewat Panggilan Telepon, Biden-Merkel Sepakat Mengatasi Tantangan Global Bersama

Selasa 26 Jan 2021 18:30 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

Maurizio Gambarini/dpa/picture alliance

Maurizio Gambarini/dpa/picture alliance

Merkel mengatakan kerja sama internasional penting untuk atasi tantangan global.

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden AS Joe Biden dalam sambungan telepon menyepakati bahwa pandemi virus corona dan tantangan global lainnya hanya dapat diatasi jika negara-negara bekerja sama, demikian kata juru bicara Merkel, Steffen Seibert pada hari Senin (25/01).

Dalam percakapan telepon pertama mereka sejak Biden menjabat pekan lalu, Merkel juga menyambut baik langkah Biden membawa kembali AS ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan perjanjian iklim Paris.

"Kanselir dan presiden Amerika sepakat bahwa diperlukan upaya internasional yang lebih kuat untuk menangani pandemi virus corona," ujar Seibert.

Merkel dan Biden juga berbicara tentang masalah kebijakan luar negeri antara lain soal Afganistan dan Iran, bersama dengan masalah perdagangan dan kebijakan iklim. Seibert menambahkan bahwa Merkel "menyatakan kesediaan Jerman untuk mengambil tanggung jawab dalam menangani tugas-tugas internasional bersama dengan mitra Eropa dan transatlantiknya."

Dalam kesempatan ini Merkel juga mengucapkan selamat kepada Biden atas pelantikannya dan mengundang presiden AS berusia 78 tahun itu ke Jerman segera jika situasi di tengah pandemi memungkinkan.

Memperbaiki keretakan hubungan transatlantik

Ketegangan terjadi dalam hubungan transatlantik semasa kepemimpinan mantan Presiden AS Donald Trump. Trumo menuduh Jerman "nakal" dengan mengorbankan ekonomi AS, baik dalam hal perdagangan maupun kerja sama militer di NATO. Ketegangan itu kemudian tercermin, salah satunya dalam keputusan AS yang menarik 9.000 tentaranya dari Jerman.

Pada hari Kamis (21/01) pekan lalu, dalam konferensi persnya Merkel mengatakan bahwa Jerman dan AS sekarang memiliki kesamaan yang lebih banyak setelah Biden menggantikan Trump.

"Ada cakupan yang jauh lebih luas untuk konsensus politik dengan Presiden Biden," kata Merkel kepada wartawan, menambahkan bahwa tindakan Biden sejak menjabat menunjukkan bahwa ia lebih dekat dengan Jerman.

Merkel adalah pemimpin Eropa ketiga yang berbicara dengan Biden sejak menjabat. Pada hari Sabtu (23/01), Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah berbicara dengan Biden, dan keesokan harinya Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menerima panggilan telepon dari Biden.

Sebelumnya, pada hari Senin (25/01), Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas enggan berkomentar atas pertanyaan yang menanyakan apakah menjadi negara ketiga yang menerima panggilan dari Biden adalah pertanda buruk bagi hubungan Jerman-AS.

"Anda bisa melihatnya seperti itu, tetapi Anda tidak harus melihatnya seperti itu. Saya pikir masalah yang harus kita tangani pada dasarnya adalah yang penting bagi kita," kata Maas. "Saya sangat yakin bahwa kita memiliki peluang besar."

rap/gtp (Reuters, AFP, dpa)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA