Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Ini Dia, 7 Prospek Karier Lulusan Teknologi Informasi

Selasa 26 Jan 2021 17:02 WIB

Red: Irwan Kelana

Lulusan Jurusan Teknologi Informasi UBSI mempunyai setidaknya tujuh prospek karir.

Lulusan Jurusan Teknologi Informasi UBSI mempunyai setidaknya tujuh prospek karir.

Foto: Dok UBSI
Berbagai peluang kerja lulusan Teknologi Informasi terbuka lebar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lulusan Teknologi Informasi sangat dibutuhkan perusahaan seiring majunya teknologi. Berbagai peluang kerja pun semakin terbuka lebar. Hendra  Supendar, kaprodi Teknologi Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyebutkan, setidaknya ada 7 prospek karir lulusan Teknologi Informasi. 

“Contohnya saja profesi, IT Consultant, Network Engineer, Software Developer, IT Support Analyst, System Analyst, Business Analyst, bahkan startup founder,” katanya melalui rilis, Selasa  (26/1). 

Untuk mengenal lebih dekat, deskripsi pekerjaan dan keterampilan lulusan teknologi informasi  telah kami rangkum: 

1. IT consultant. Ini profesi yang memberikan nasihat di bidang IT meliputi, hardware, software ataupun jaringan. IT consultant memiliki tugas untuk menyediakan keahlian teknis dan sistem IT. Bahkan terlibat untuk merancang sistem, mengelola proyek, pengembangan kode, bahkan marketing. Sehingga, IT consultant bekerja sama dengan klien sebagai partnership guna menyelesaikan suatu masalah atau membangun bisnis.

“Keterampilan yang dibutuhkan untuk jadi seorang IT consultant, memiliki pengetahuan yang luas di bidang IT dan mampu menerapkan ilmu komputer, analisa sistem seperti perancangan, pengembangan, pengujian, evaluasi dalam system operasi, software, hardware. Selain itu, memiliki sertifikasi profesi seperti cisco, Microsoft, dan CompTIA jadi penunjang,”  jelas Hendra.  

2. Network engineer

Mengelola bahkan membangun jaringan komputer dan komunikasi  di sebuah  perusahaan merupakan peranan utama seorang network engineer. Kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh profesi ini adalah paham tentang LAN, WAN, dan WLAN. Juga paham akan kegunaan perangkat networking seperti, router, switch, hub, modem, access point, cable dan firewall. Selain itu, sertifikasi penunjang sebagai pendamping ijazah menjadi nilai plus bagi lulusan Teknologi Informasi.

“Sertifikasi yang bisa diambil bagi seorang network engineer adalah CCNA, CCNP, MTCNA, MTCRE, MTCWE dan masih banyak lagi. Kampus UBSI bekerja sama dengan vendor terkenal cisco dan mikrotik, sehingga lulusan teknologi informasi UBSI layak jadi seorang network engineer,” imbuhnya.  

3. Software developer

Menciptakan dan membangun suatu software dengan menerapkan prinsip desain dan implementasi rekayasa perangkat lunak adalah tugas utamanya. Profesi ini juga harus mampu mendiagnosa masalah dan kualitas pada software apakah telah memenuhi syarat bersama dengan profesi software engineer. 

Seorang software developer harus bisa bekerja sama dengan programmer, system analyst, software engineer dan profesi lainnya untuk mendesain sistem maupun aplikasi

4. IT support analyst

Berperan untuk memberi dukungan teknis dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan hardware, software dan peripheral. 

“Profesi IT support analyst harus bisa memecahkan masalah dan melakukan analisis sampai ke akar masalah kemudian merekomendasikan prosedur dan control untuk pencegahan masalah tersebut,” kata Hendra. 

5. System analyst 

Menganalisa proses teknologi dan memastikan semua teknologi tersebut berjalan secara lancar tanpa hambatan guna menunjang strategi bisnis perusahaan. System analyst juga berperan untuk memberikan rekomendasi kepada klien tentang software yang dibutuhkan. Skill yang dibutuhkan untuk menjadi seorang system analyst, antara lain pemahaman terhadap SQL, system analysis, Oracle, software development ataupun project management. 

6. Business Analyst

Business analyst dan system analyst memang hampir mirip, bahkan tak ayal beberapa perusahaan juga menyebut kedua hal itu sama. Namun, business analyst lebih mengacu kepada area bisnis yakni menganalisa dan redesain proses bisnis. Sedangkan system analyst lebih ke  arah pembangunan aplikasi.

“Business analyst merupakan penjembatan antara  kebutuhan bisnis dengan pengembangan teknologi. Profesi ini harus mampu menjadi penengah sebuah produk apakah layak secara bisnis maupun teknologi,” jelas Hendra. 

7. Startup founder

Memiliki gagasan baru dalam bentuk layanan/produk yang belum banyak dikenal orang dan memiliki manfaat besar bagi masyarakat, kemudian mewujudkannya jadi sebuah bisnis atau perusahaan,  itulah gambaran dari startup founder. Startup digital kini mulai digandrungi oleh anak muda, bahkan pemerintah Indonesia sangat mendukung hal ini melalui gerakan 1.000 startup digital. 

“Tidak hanya pemerintah, UBSI sebagai kampus digital pun turut serta mengembangkan jiwa startup pada mahasiswa. Melalui lembaga BSI Startup Center (BSC), UBSI mendoronga kreativitas mahasiswanya agar merintis dan mengembangkan startup dalam dunia digital dan teknologi informasi,” jelas Hendra.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA