Selasa 26 Jan 2021 22:44 WIB

MPL Tunjuk Ridzki Syahputera jadi Country Head Indonesia

MPL mencatat kenaikan jumlah pemain hingga tujuh kali lipat pada 2020.

Rep: Fitrianto/ Red: Bilal Ramadhan
Ridzki Syahputera selaku Country Head untuk MPL Indonesia.
Foto: Istimewa
Ridzki Syahputera selaku Country Head untuk MPL Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta - Platform mobile esport, Mobile Premier League (“MPL”) telah mengangkat Ridzki Syahputera sebagai Country Head untuk MPL Indonesia. Ridzki Syahputera ditunjuk untuk mengisi posisi tersebut setelah sebelumnya bertindak sebagai Head of Growth untuk MPL Indonesia.

Kini sebagai Country Head mandatnya adalah mengembangkan bisnis MPL di Indonesia, dimana hingga saat ini MPL telah mengumpulkan lebih dari 130 juta dolar AS dukungan pendanaan sejak mulai beroperasi pada 2018, termasuk dukungan dari investor terkuat seperti MDI, Sequoia Capital, SIG, dan Go-Ventures.

MPL juga mencatat kenaikan jumlah pemain hingga tujuh kali lipat pada tahun 2020 kemarin dari sejak berdirinya di tahun 2018. MPL kini memiliki pengguna kurang lebih 63,5 juta pemain tersebar di India dan Indonesia.

“Ridzki telah menjadi bagian yang penting dari bisnis kami sejak awal MPL dibangun di Indonesia. Dia berperan besar dalam membantu bisnis kami dari awal hingga sampai di posisi saat ini. Dengan pengalaman dan keahliannya, Ridzki jelas adalah pilihan yang tepat untuk mengemban posisi ini dan kami yakin akan bisa membawa MPL Indonesia berkembang lebih pesat lagi,” kata Sai Srinivas Kiran G selaku CEO dan Co-Founder Mobile Premier League.

Ridzki saat ini memimpin tim yang terdiri lebih dari 40 karyawan di Indonesia yang akan membantunya untuk mengenalkan bagaimana serunya bermain rewardable mobile e-sport ke masyarakat Indonesia.

“Saya sangat bangga Indonesia menjadi bagian dari perkembangan fenomena e-sport. Ini adalah saat yang tepat untuk bagi masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam permainan e-sport yang kompetitif, mengingat penetrasi smartphone yang luas dengan harga yang terjangkau, internet berkecepatan tinggi dan opsi dompet elektronik,” katanya.

MPL memasuki pasar Indonesia sejak tahun 2019 dan merupakan platform e-sport pertama yang memberikan hadiah yang dapat ditukarkan menjadi saldo LinkAja dan GoPay. Sampai dengan saat ini MPL sudah memiliki lebih dari 30 permainan yang terdapat di dalam platformnya.

“MPL memiliki tim produk kelas dunia yang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dalam membuat platform e-sport yang kompetitif dan bisa dimainkan oleh penggemar games casual kapanpun dan dimanapun serta tidak terbatas oleh tim e-sport profesional saja,” jelas Ridzki.

MPL adalah salah satu perusahaan yang berkembang pada saat pandemi Covid-19. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan user dan juga revenue. Hal ini dikarenakan banyak pemain yang melakukan aktivitas mereka di rumah dan memanfaat waktu luang mereka untuk bermain MPL.

“MPL melihat adanya peningkatan sebesar 55 persen dalam gameplay sejak Maret (2020) hal ini yang membuat userbased kami berkembang sebanyak 7 kali, saat ini jumlah pengguna kami adalah 63 juta dan ini tersebar di India dan Indonesia,” ujar dia.

Dia juga mengatakan, ia akan menargetkan profitabilitas untuk bisnis pada tahun ini. “Kami beruntung untuk dapat belajar mengenai fenomena industri ini dari pasar yang lebih matang yaitu India. Saya yakin bahwa kami akan membuka banyak peluang dari industri ini dan juga kami memiliki harapan untuk berkontribusi lebih banyak lagi dalam mengembangkan ekosistem e-sport di Indonesia,” pungkas Ridzki.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement