Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Prof Sumaryanto Terpilih Jadi Rektor UNY 2021-2025

Selasa 26 Jan 2021 16:43 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Kampus UNY.

Kampus UNY.

Foto: Wahyu Suryana.
Pelaksanaan pemilihan Rektor UNY 2021-2025 menerapkan protokol kesehatan ketat.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) selesai melaksanakan pemilihan rektor periode 2021-2025. Dekan FIK dan Guru Besar Filsafat Pendidikan Jasmani dan Olahraga, Prof Sumaryanto, terpilih sebagai Rektor UNY periode 2021-2025.

Pemilihan rektor memilih antara Prof Sumaryanto, Prof Siswantoyo, dan Prof Lantip Diat Prasojo. Dirjen Belmawa Kemendikbud, Arif Junaidi, diberi mandat mewakili Mendikbud untuk memberikan suaranya dalam pemilihan rektor UNY.

Anggota Senat UNY yang berjumlah 49 orang masing-masing memiliki satu suara, sehingga suara dari kementerian berjumlah 26 suara. Mekanismenya, anggota senat yang telah menerima kartu suara disilakan memberi suara melalui bilik suara.

Setelah melalui proses pemilihan langsung dari Senat UNY dan Kemendikbud, Ketua Senat, Prof Zamzani mengatakan, Sumaryanto memperoleh 59 suara, lalu Siswantoyo meraih tujuh suara, sedangkan Lantip Diat Prasojo mendapat delapan suara.

"Berdasarkan peraturan yang ada, nama calon rektor yang memperoleh suara terbanyak, yaitu Prof Sumaryanto, terpilih menjadi Rektor UNY periode 2021-2025," kata Zamzani, di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta, Selasa (26/1).

Dengan terpilihnya Sumaryanto, Rapat Senat Tertutup UNY bersama Kemendikbud resmi ditutup. Setelah ini, Senat UNY akan membuat laporan pelaksanaan pemilihan rektor yang dikirimkan ke Kemendikbud untuk diproses lebih lanjut.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Prof Farozin menekankan, pelaksanaan pemilihan Rektor UNY 2021-2025 menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dilaksanakan dengan didampingi Kemendikbud dan dikawal Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Sebelum pelaksanaan pemilihan rektor, Auditorium UNY disterilkan dan di luar gedung dilakukan penyemprotan. Untuk dalam gedung atau ruangan yang digunakan dilakukan fogging cairan desinfektan tujuh jam sebelum pelaksanaan.

Selain itu, tempat-tempat duduk diatur dengan jarak lebih daripada standar yang ada. Farozin menegaskan, semuanya harus mengenakan masker standar kesehatan, dan selama dalam ruangan tidak boleh membuka masker. "Ini semua demi terhindar dari Covid-19," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA