Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Ilmuwan Sebut Es di Bumi Mencair 65 Persen Lebih Cepat

Selasa 26 Jan 2021 16:32 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih

Gunung es di Kutub Utara kerap mencair

Gunung es di Kutub Utara kerap mencair

Bumi kehilangan sekitar 28 triliun ton es antara tahun 1994 dan 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Penelitian baru melaporkan bahwa Bumi kehilangan es dengan kecepatan yang semakin cepat.  Ini adalah pertama kalinya data satelit digunakan untuk mensurvei tingkat kehilangan es global.

Penulis studi menemukan bahwa hal ini telah meningkat lebih dari 50 persen dalam tiga dekade terakhir, dan 65 persen selama dua dekade terakhir.

Lebih lanjut, penulis menjelaskan bahwa planet kita telah kehilangan sekitar 28 triliun ton es antara tahun 1994 dan 2017. Menurut mereka, jumlah ini kira-kira sekitar lapisan es seukuran Inggris dan setebal 100 meter. Dan laju pencairan ini semakin meningkat.  

Jika dibiarkan, ini akan menyebabkan kerusakan besar karena komunitas dan habitat alami di pantai saat ini akan banjir.

"Meskipun setiap wilayah yang kami pelajari kehilangan es, kerugian dari lapisan es Antartika dan Greenland mengalami percepatan terbesar.  Lapisan es sekarang mengikuti skenario terburuk pemanasan iklim yang ditetapkan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim," kata penulis utama Dr. Thomas Slater, Rekan Peneliti di Pusat Pengamatan dan Pemodelan Kutub di Leeds, dilansir di ZME Science, Selasa (26/1).

Menurut Dr. Slater, kenaikan permukaan laut dalam skala ini akan berdampak sangat serius pada komunitas pesisir abad ini.

Dipimpin oleh anggota dari Universitas Leeds, tim tersebut melaporkan bahwa telah terjadi peningkatan 65 persen dalam tingkat pencairan selama 23 tahun yang diselidiki. Pencairan ini terutama didorong oleh kehilangan es di Antartika dan Greenland.  

Dalam jumlah mentah, ini berubah dari 0,8 triliun ton pencairan es per tahun pada 1990-an menjadi 1,3 triliun ton per tahun pada 2017.

Studi ini, kata Dr. Slater, adalah yang pertama yang memeriksa semua es pada saat yang sama, menggunakan data satelit. Ini mencakup 215.000 gletser gunung, lapisan es di Greenland dan Antartika, rak es di sekitar Antartika, serta es laut yang terapung di sepanjang Arktik dan Samudra Selatan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA