Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Mantan Rekan Satu Tim Desak Bruce Mundur dari Newcastle

Senin 25 Jan 2021 23:29 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Gilang Akbar Prambadi

 Reaksi manajer Newcastle Steve Bruce saat pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Aston Villa dan Newcastle United di Birmingham, Inggris, Ahad (24/1).

Reaksi manajer Newcastle Steve Bruce saat pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Aston Villa dan Newcastle United di Birmingham, Inggris, Ahad (24/1).

Foto: EPA-EFE/Clive Mason
Menurutnya, pengunduran diri dari tim bukan sesuatu yang lemah bagi seorang manajer.

REPUBLIKA.CO.ID, NEWCASTLE -- Mantan rekan satu tim dari manajer Newcastle United, Steve Bruce meminta untuk mundur dari posisi Bruce sebagai manajer. Adalah Tony Cascarino, rekan Bruce yang sama-sama membela Gillingham pada era 1980-an yang tidak tega melihat Bruce di tim.

Saat ini Bruce tengah berada di bawah tekanan banyak pihak setelah kalah dari Aston Villa pada Ahad (24/1) kemarin. Kekalahan itu menambah panjang rekor 10 laga tanpa kemenangan bagi Newcastle United.

Sebenarnya Newcastle masih aman karena unggul tujuh poin dari zona degradasi. Meski Bruce optimis bisa mengangkat tim, Cascarino tidak tega melihat rekannya mendapat tekanan begitu banyak.

"Pertama kali karier sepak bola saya di Gillingham. Bersama Brucey dan saya menyukainya," kata Cascarino seperti dilansir dari laman Chronicle Live, Senin (25/1).

Bruce bukan hanya mendapat tekanan dari klub saja. Bahkan supporter Newcastle United harus turun ke jalan untuk mendesak Bruce mundur dari posisinya.

"Saya menyukainya sebagai pria dan saya mengaguminya sebagai pesepakbola karena sikapnya yang tak kenal takut," kata Cascarino.

Cascarino mengakui bahwa dia percaya Bruce adalah pelatih yang bagus. Tapi dia minta Bruce untuk mundur sebagai permintaan seorang teman.

"Saya pikir dia berada di klub sepak bola yang salah. Itu adalah klub sepak bola yang tepat untuknya tapi ini adalah waktu yang salah. Dia memiliki pemilik yang dibenci, dia tidak akan sukses dengan cara atau bentuk apapun, penggemar menentangnya dan saya merasakan itu," kata Cascarino.

Menurutnya, pengunduran diri dari tim bukan sesuatu yang lemah bagi seorang manajer. Justru dalam kasus ini keputusan itu bisa jadi kekuatan karena Bruce berada di klub yang salah.

Cascarino menyebut masalah ada pada manajerial klub yang kini dipimpin oleh Mike Ashley. Sehingga Bruce pun adalah korban dari masalah ini. Newcastle memang menghadapi masalah sejak ketidakpastian kepemilikan Ashley.

"Tidak ada arahan dari lantai atas. Dari para pemain yang mereka bawa, hingga apa yang terjadi sehari-hari, ketidakpastian di klub sepak bola. Saya pikir apa yang Steve ambil dan bagaimana Steve bisa menenangkan pemainnya," kata Cascarino.

Cascarino menyebut satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah adalah dengan mendapatkan pemilik baru bagi klub. Sehingga kepemimpinan baru bisa menciptakan antusiasme yang baru dan semangat baru untuk bisa kembali naik dari papan bawah klasemen. "Anda tidak bisa menyatukan klub sepak bola itu," kata Cascarino.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA