Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Nihil Kasus Baru, Warga di Aceh Tetap Diminta Jaga Prokes

Senin 25 Jan 2021 22:59 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas medis memperlihatkan vaksin COVID-19 Sinovac untuk diberikan kepada tenaga kesehatan Puskesmas Ulee Kareng di Banda Aceh, Aceh, Rabu (20/1/2021). Kementerian Kesehatan pada tahap pertama hingga akhir Februari 2021 akan memberikan vaksinasi COVID-19 Sinovac kepada 566.000 orang dari 1.48 juta tenaga kesehatan (nakes) di seluruh Indonesia.

Petugas medis memperlihatkan vaksin COVID-19 Sinovac untuk diberikan kepada tenaga kesehatan Puskesmas Ulee Kareng di Banda Aceh, Aceh, Rabu (20/1/2021). Kementerian Kesehatan pada tahap pertama hingga akhir Februari 2021 akan memberikan vaksinasi COVID-19 Sinovac kepada 566.000 orang dari 1.48 juta tenaga kesehatan (nakes) di seluruh Indonesia.

Foto: Antara/Irwansyah Putra
Secara akumulatif kasus COVID-19 di Aceh telah mencapai 9.144 orang

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyatakan Aceh nihil penambahan kasus positif baru, pasien sembuh, maupun pasien yang meninggal dunia per hari ini, namun warga tetap diminta untuk taat protokol kesehatan sekaligus mengenali gejala infeksinya.

“Kita bersyukur tidak ada penambahan kasus hari ini, dan sangat berharap tidak ada lagi kasus baru,” kata Juru Bicara COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Senin (25/1).

Ia menjelaskan pencegahan lonjakan kasus baru bisa dilakukan oleh semua lapisan masyarakat dengan cara memahami gejala infeksi virus corona, sekaligus kedisiplinan dari diri sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Menurut dia penyebaran virus corona dari satu orang ke yang lain terjadi tanpa sengaja. Setiap orang menyangka dirinya terkena flu biasa, bukan gejala COVID-19 sehingga tetap berbaur dengan warga sekitar. Maka pengetahuan tentang gejala COVID-19 sangat penting agar bisa saling melindungi antarsesama.

“Secara kasat mata sulit membedakan penderita COVID-19 dengan penyakit influenza. Keduanya menunjukkan gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek,” katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA