Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Warga Miskin Dunia Bertambah Hingga 500 Juta Orang pada 2020

Senin 25 Jan 2021 21:15 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Warga miskin, ilustrasi

Warga miskin, ilustrasi

Foto: wordpress
Butuh waktu 10 tahun untuk warga miskin bangkit dari dampak ekonomi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Lembaga Oxfam International memperkirakan terdapat penambahan antara 200 hingga 500 juta warga miskin di seluruh dunia tahun lalu. Ia menyebut diperlukan waktu lebih dari 10 tahun bagi mereka untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Temuan itu dirilis saat Forum Ekonomi Dunia dihelat di Davos, Swiss, Senin (25/1). Dalam survei terhadap 295 ekonom dari 79 negara, Oxfam menemukan 87 persen responden memperkirakan ketimpangan pendapatan di negara mereka akan meningkat atau semakin menjulang akibat pandemi. 

Baca Juga

Menurut laporan Oxfam, orang-orang yang miskin terpukul lebih parah akibat pandemi. Efeknya dirasakan oleh perempuan, orang kulit hitam, keturunan Afro, penduduk asli atau pribumi, dan komunitas yang secara historis terpinggirkan serta tertindas di seluruh dunia. 

"Kesenjangan yang dalam antara yang kaya dan yang miskin terbukti sama mematikannya dengan virus. Perjuangan melawan ketidaksetaraan harus menjadi inti dari upaya penyelamatan serta pemulihan ekonomi," kata Direktur Eksekutif Oxfam International Gabriel Bucher, dikutip laman Aljazirah.

Oxfam menyebut resesi telah berakhir bagi miliarder terkaya di dunia. Mereka telah mengganti kerugiannya dalam waktu sembilan bulan sejak pandemi mulai menyebar ke seluruh dunia. 

"1.000 miliarder teratas, terutama pria kulit putih, telah memulihkan semua kekayaan yang telah hilang, bahkan saat ekonomi riil menghadapi resesi terdalam dalam satu abad," kata Oxfam dalam laporannya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA