Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Soal Isu Merger Gojek-Tokopedia, Komunitas Driver Buka Suara

Rabu 27 Jan 2021 06:15 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Sejumlah pengemudi Gojek yang tergabung dalam Serikat Driver Gojek Makassar berunjuk rasa di depan kantor Gojek Cabang Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (2/12).

Sejumlah pengemudi Gojek yang tergabung dalam Serikat Driver Gojek Makassar berunjuk rasa di depan kantor Gojek Cabang Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (2/12).

Foto: Antara/Abriawan Abhe
Kabar merger Gojek dan Tokopedia, apa kata mereka? Adakah penolakan?

Kabar merger Gojek dan Tokopedia masih berembus; menuai respons dari para komunitas pengemudi. Apa kata mereka? Adakah penolakan?

Melansir KrAsia, Senin (25/1/2021), penggabungan 2 raksasa itu mendapat sambutan baik dari para pengemudi. Mereka berharap, konsolidasi antara 2 entitas itu akan meningkatkan frekuensi pesanan dan saluran pendapatan baru di tengah pandemi COVID-19.

"Jika merger terjadi, jutaan mitra pengemudi akan memperoleh peluang penghasilan tambahan lewat layanan pengiriman instan di platform Tokopedia," ujar Ketua Komunitas Driver Gojek-Garuda Sakti,  Theresia Ismiyanti Prismiar.

Baca Juga: Raksasa Teknologi Korsel Ini Niat Jual Bisnis Smartphone ke Konglomerat ....

Baca Juga: Putra Mahkota Samsung Pasrah di Balik Jeruji Besi

Dalam keterangan persnya Theresia menyebut, akan ada lebih banyak pesanan yang masuk--sehingga pengemudi bisa memilih mana pesanan yang bakal mereka ambil.

Ia berujar, "Selain pemesanan GoSend dari pengguna Gojek, kami juga bisa menerima pesanan GoSend dari konsumen Tokopedia."

Ketua Komunitas Pengemudi Gojek di Kawasan Utara, Irwanto pun mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, merger itu akan menguntungkan pengemudi.

"Jika itu terjadi, akan ada lebih banyak bisnis, karena Gojek fokus pada logistik, sedangkan Tokopedia fokus pada e-commerce," kata Irwanto.

Berdasarkan laporan di media, kesepakatan itu berpotensi memberi nilai lebih dari 18 miliar dolar AS (sekitar Rp253,1 triliun) kepada entitas gabungan tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA