Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Kasus Infeksi Covid-19 di China Merangkak Naik

Senin 25 Jan 2021 16:02 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan kasus positif virus corona bertambah 124 kasus. Ilustrasi.

Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan kasus positif virus corona bertambah 124 kasus. Ilustrasi.

Foto: cnsphoto via REUTERS
Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan kasus positif virus corona bertambah 124

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- China melaporkan kenaikan jumlah kasus infeksi Covid-19 yang didorong oleh meningkatnya pasien tanpa gejala di Provinsi Jilin. Pada Senin (25/1) Komisi Kesehatan Nasional melaporkan kasus positif virus corona bertambah 124 kasus.

Terjadi kenaikan kasus positif dari Sabtu (24/1) yang hanya bertambah 80 kasus. Kenaikan ini terjadi saat Negeri Tirai Bambu diterpa gelombang wabah terburuk kedua sejak Maret 2020.

China mencatat 117 kasus penularan dalam negeri, sekitar 67 kasus di antaranya terjadi di Jilin. Semuanya kecuali tiga adalah pasien yang dikelompokan pasien tanpa gejala tapi dikonfirmasi kembali usai mengalami gejala. Provinsi Heilongjiang melaporkan 35 kasus baru dan Hebie melaporkan 11 kasus baru.

Meski angka yang dilaporkan China terbilang kecil dibandingkan negara lain, tapi negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia itu tetap berusaha keras menahan laju penyebaran virus menjelang Tahun Baru Imlek. Imlek menjadi momen saat jutaan orang dari kota melakukan perjalanan untuk pulang ke kampung halaman mereka.

Pihak berwenang China sudah menerapkan langkah kombinasi untuk memutus rantai penularan. Seperti mewajibkan karantina mandiri di rumah bagi jutaan orang, menutup perbatasan domestik, dan tes massal.

China tidak menghitung kasus tanpa gejala sebagai kasus infeksi. Jumlah kasus tanpa gejala turun dari sebelumnya yang sebanyak 92 menjadi 45 kasus baru. Sejauh ini China mengonfirmasi 89.115 kasus infeksi dan 4.635 kasus kematian terkait virus corona.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA