Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Jokowi Minta Kepala BKKBN Turunkan Stunting Jadi 14 Persen

Senin 25 Jan 2021 14:54 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ratna Puspita

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo

Foto: BKKBN
Presiden menargetkan agar bisa menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo sebagai ketua pelaksana untuk percepatan penurunan stunting. Kepada kepala BKKBN, presiden menargetkan agar bisa menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024. 

Ia pun menilai target yang diberikan tersebut merupakan tantangan yang besar bagi BKKBN. Sebab selama lima tahun terakhir ini, kata Hasto, angka penurunan stunting tercatat masih sebesar 1,6 persen per tahun.

“Maka kami harus menaikkan percepatan menjadi 2,7 persen per tahun,” kata Hasto saat konferensi pers usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (25/1).

Baca Juga

Hasto mengatakan, presiden meminta agar BKKBN meningkatkan kualitas manajemen dalam upaya penurunan angka stunting saat ini. “Arahan Presiden bahwa anggaran sudah jelas, pemetaan sudah jelas. Maka yang belum optimal adalah manajemennya. Arahan Presiden kepada kami harus meningkatkan kualitas manajemen ini,” kata dia.

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020 diperkirakan akan meningkatkan angka stunting. Kepada Presiden, Hasto juga menyampaikan, dalam empat tahun ke depan diproyeksikan akan terdapat sekitar 20 juta bayi baru yang lahir. 

Angka stunting per 2019 tercatat masih relatif tinggi, yakni sebesar 27,6 persen. Ia mengatakan, diperkirakan akan ada sekitar tujuh juta anak yang dalam kondisi stunting.

“Tetapi di tahun 2024, kami harus menekan angka 7,2 juta menjadi hanya 3,4 juta. Ini tugas yang menantang,” ujar dia.

Menurut Hasto, untuk mencapai target penurunan angka stunting menjadi 14 persen, BKKBN pun harus mampu menekan angka stunting hingga 680 ribu anak tiap tahunnya. “Tanpa di bawah itu, maka capaian 14 persen akan sulit. Ini tugas yang tidak ringan. Kami harus siapkan struktur di BKKBN dan program kerja,” kata Hasto.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA