Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Bed di RS Lapangan Kota Bogor Hanya Tersisa Satu

Senin 25 Jan 2021 13:20 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Yudha Manggala P Putra

RS lapangan Kota Bogor di Wisma Atlet kawasan GOR Pajajaran Bogor. Ilustrasi

RS lapangan Kota Bogor di Wisma Atlet kawasan GOR Pajajaran Bogor. Ilustrasi

Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Dari 30 tempat tidur di RS Lapangan Kota Bogor, 29 sudah terisi.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Baru diresmikan sepekan lalu pada Senin (18/1), tempat tidur di Rumah Sakit (RS) lapangan Kota Bogor saat ini hanya menyisakan satu bed. Dari 30 tempat tidur di ruang isolasi yang beroperasi, sudah terisi 29 tempat tidur.

Kepala RS lapangan Kota Bogor, dr. Yeti Hariyati menjelaskan, pasien Covid-19 yang dirawat di RS lapangan saat ini seluruhnya berstatus hijau atau bergejala ringan.

"RS Lapangan saat ini sudah terisi 29 kasur dari  30 kasur yang tersedia," kata Yeti melalui telepon selulernya, Senin (25/1).

Yeti mengatakan, dua hari sebelumnya kapasitas tempat tidur di RS lapangan sempat penuh. Penyebab penuhnya RS lapangan ini, kata Yeti disebabkan karena belum semua tempat tidur bisa dioperasikan.

Di mana, seharusnya di RS lapangan tersedia 64 tempat tidur, yang terdiri atas 56 tempat tidur di ruang isolasi dan delapan tempat tidur di ruang IGD. Namun, jumlah tenaga kesehatan (nakes) perawat yang belum mencukupi, membuat RS lapangan baru mengoperasikan setengah dari kapasitas tempat tidurnya.

"Nakes perawat baru 44 orang jadi kapasitas idealnya masih kami siapkan 30 bed,” ujar Yeti.

Dia melanjutkan, pada Rabu (27/1) nanti, rencananya RS lapangan Kota Bogor segera memiliki 16 orang perawat tambahan. Sehingga, jika ditotal jumlah perawat yang bertugas ada 60 orang. “Insyaallah Rabu (27/1) sudah on 56 tempat tidur, dengan 60 nakes,” ungkapnya.

Yeti memerinci, dari 29 pasien yang dirawat di RS lapangan Kota Bogor saat ini, 14 orang di antaranya merupakan pasien perempuan, dan 15 orang sisanya laki-laki.

Sementara, untuk daerah asalnya, 22 orang pasien berasal dari Kota Bogor. Sedangkan tujuh orang sisanya berasal dari Kabupaten Bogor. “Pasien dari luar kota atau kota lain tidak ada,” ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA