Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Senator Minta Rasisme Ketua Projamin ke Pigai Diproses Hukum

Senin 25 Jan 2021 10:46 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Erik Purnama Putra

Ketua Pansus Papua dari DPD, Filep Wamafma di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat.

Ketua Pansus Papua dari DPD, Filep Wamafma di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat.

Foto: Republika/Ronggo Astungkoro
Di akun Facebook, Ambroncius memajang foto Natalius Pigai disandingkan dengan gorila.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Ambroncius Nababan, dianggap bersikap rasis terhadap tokoh kemanusaan Papua, Natalius Pigai. Ambroncius memasang foto Natalius berdampingan dengan seekor gorila. Senator asal Papua Filep Wamafma meminta agar perbuatan rasis Ambroncius diproses hukum.

Filep meminta agar politikus Partai Hanura tersebut ditindak secara hukum karena telah melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. “Saya minta negara segera menindak tegas sikap Ambroncius IM Nababan karena telah bersikap rasis. Ini tidak main-main. Jangan coba-coba membuat bara api," ujar Filep di Jakarta, Senin (25/1).

Selain itu, Filep juga khawatir jika negara tidak segera bertindak, gejolak sosial penolakan dari masyarakat Papua akan terjadi, seperti kasus rasisme Surabaya sebelumnya. Apalagi, rasisme Ambroncius terhadap tokoh Papua, sambung dia, dilakukan secara terang-benderang di media sosialnya yang tentunya bisa dibaca oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Inilah saatnya negara memperlihatkan keberpihakannya kepada semua masyarakat Indonesia bahwa siapa pun yang melanggar hukum harus segera ditindak. Apalagi, sikap Ambroncius IM Nababan ini sudah di luar batas kewajaran," kata Filep.

Sebelumnya, Natalius memberikan komentar terkait sikap pemerintah yang mewajibkan warga negara Indonesia untuk divaksin. Menurutnya, pemerintah tidak boleh memaksa jika ada warga negara yang menolak untuk divaksin. Natalius menyebut bahwa keinginan untuk divaksin atau tidak adalah Hak Asasi Manusia.

Melalui melalui akun Facebook-nya, Ambroncius menanggapi sikap Natalius tersebut dengan kata-kata rasisnya. Sikap rasis tersebut yang kemudian yang menjadi perbincangan hangat publik akhir-akhir ini. Namun belakangan, tulisan rasis Ambroncius tersebut telah dihapus.

"Mohon maaf yg sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat utk MANUSIA bukan utk GORILLA apalagi KADAL GURUN. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu di Vaksin. Faham?” tulis Ambroncius.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA