Senin 25 Jan 2021 04:01 WIB

Unismuh Makassar Siap Terjunkan 200 Relawan ke Sulbar

Relawan di lokasi gempa akan berkoordinasi dengan MDMC Sulsel.

Suasana tenda pengungsian di Stadion Manakarra Mamuju, Sulawesi Barat, Ahad (24/1/2021). Pasca terjadinya  gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2, jumat (15/1/2021) lalu, Gubernur Sulbar mengimbau masyarakat Mamuju dan Majene agar kembali ke kediamannya bagi warga yang rumahnya tidak terlalu rusak parah.
Foto: ANTARA /Akbar Tado
Suasana tenda pengungsian di Stadion Manakarra Mamuju, Sulawesi Barat, Ahad (24/1/2021). Pasca terjadinya gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2, jumat (15/1/2021) lalu, Gubernur Sulbar mengimbau masyarakat Mamuju dan Majene agar kembali ke kediamannya bagi warga yang rumahnya tidak terlalu rusak parah.

REPUBLIKA.CO.ID,MAKASSAR -- Universitas Muhammadiyah Makassar Provinsi Sulawesi Selatan siap menerjunkan sekitar 200 relawan psikososial ke lokasi pascagempa di Provinsi Sulawesi Barat.

"Mereka adalah mahasiswa yang akan terlibat dalam kuliah kerja nyata (KKN) kebencanaan Tahun 2021," kata Sekretaris Muhammadiyah Disaster and Management Center (MDMC) Sulsel Kaeruddin di Makassar, Ahad (25/1).

Dia mengatakan, relawan tersebut dalam menjalankan tugasnya di lokasi gempa akan berkoordinasi dengan MDMC Sulsel.

Mengenai agenda tersebut, lanjut dia, sudah dikomunikasikan dengan Wakil Rektor II Unismuh Makassar dan ternyata mendapatkan dukungan penuh.

“Ratusan relawan tersebut akan turun ke lapangan awal Februari 2021. Mereka akan dibagi ke dalam 5 Pos Layanan, 3 pos di Mamuju dan 2 di Majene,” jelas Khaeruddin.

Sementara itu, Wakil Rektor II Unismuh Makassar Dr Andi Syukri Syamsuri mengakui rencana persiapan mengirim 200 relawan itu.

Dia mengatakan, pengiriman 200 relawan mahasiswa dari berbagai fakultas merupakan bagian dari kepedulian Unismuh Makassar terhadap korban gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulbar.

Menurut Syukri, bencana itu patut menjadi perhatian bersama, karena selain menyebabkan kerusakan fisik bangunan dan memakan korban jiwa, gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan psikis.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement