Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Dosen UBSI Ciptakan Website Pemetaan Bencana Alam

Ahad 24 Jan 2021 22:33 WIB

Red: Irwan Kelana

Dosen Universitas Bina Sarana Informatika  (UBSI) menciptakan

Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menciptakan

Foto: Dok UBSI
Ini wujud dosen UBSI tanggap bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, BREBES -- Indonesia sedang diuji dengan berbagai bencana alam saat ini. Mulai dari banjir, gempa bumi, longsor, bahkan erupsi gunung. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki cincin api pasifik terbesar dan terletak pada garis khatulistiwa. Informasi-informasi daerah yang berpotensi bencana alam pun sulit diakses oleh masyarakat, terutama daerah Brebes.

Menurut Eko Andalas, kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, saat ini informasi bencana alam masih menggunakan papan pengumuman serta kejadian bencana kurang cepat dilaporkan.

Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) memahami hal itu dengan memberikan solusi merancang dan membangun sistem informasi geografis bencana alam berbasis web.

Warjiyono menjelaskan bahwa website ini membantu masyarakat untuk mendapatkan peta informasi daerah rawan bencana.

“Website ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan bencana terkini secara langsung. Sehingga pemerintah daerah setempat dapat langsung terjun ke lapangan menangani bencana tersebut sebagai bentuk peningkatan pelayanan publik,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (12/01).

Menurut Warjiyono, sistem informasi bencana alam yang dimiliki oleh pemerintah daerah belum mengikuti perkembangan teknologi dan pembaharuan informasi. Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi solusi terbaik untuk mengetahui daerah rawan bencana.

“SIG menjadi salah satu metode untuk pemecahan masalah dalam ruang lingkup geografi. SIG dimanfaatkan untuk memberikan titik-titik rawan bencana alam secara visual pada peta daerah yang terkena dampak bencana,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pembuatan website ini didukung oleh data-data dari instansi terkait seperti, data laporan bencana, data peta daerah bencana, data profil instansi, dan data lainnya. Website ini menyediakan fitur berita, komentar, pengaduan online serta maps yang menampilkan titik bencana.

“Saat masyarakat memberikan pengaduan online pada website ini, Tim BPBD akan menyurvei terlebih dahulu kebenaran dari aduan tersebut. Jika aduan tersebut benar, maka admin akan memposting beritanya dengan mengolah informasi yang lebih baik disertakan titik koordinat bencana pada map. Hal ini memudahkan informasi dilacak keberadaannya,” imbuh Warjiyono.

Ia berharap dengan adanya website ini, masyarakat turut andil memberikan aduan yang tepat sasaran kepada BPBD. Dari aduan tersebut, BPBD akan sangat terbantu dalam mengumpulkan informasi secara cepat dan mengambil tindakan dalam penanganan  bencana alam tersebut.

"Semoga website ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya wilayah Brebes dan semoga seluruh masyarakat dapat terhindari dari bencana karena telah prediksi sebelumnya sehingga memiliki persiapan terhadap tanggap bencana," tutup Warjiono.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA