Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Jurus Pekerja Seni Sukabumi Bertahan dari Pandemi

Ahad 24 Jan 2021 20:51 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: A.Syalaby Ichsan

Pengajar kelas kursus musik Hadi Santosa melakukan siaran langsung (live streaming) saat pembelajaran piano untuk siswanya di Fahrezi music Studio di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Di masa pandemi saat ini, pengelola studio tersebut menggelar kelas musik secara daring dan mengikuti anjuran pemerintah agar mengurangi interaksi untuk mencegah penyebaran COVID-19

Pengajar kelas kursus musik Hadi Santosa melakukan siaran langsung (live streaming) saat pembelajaran piano untuk siswanya di Fahrezi music Studio di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Di masa pandemi saat ini, pengelola studio tersebut menggelar kelas musik secara daring dan mengikuti anjuran pemerintah agar mengurangi interaksi untuk mencegah penyebaran COVID-19

Foto: Antara/Dedhez Anggara
Para musisi masih bisa berkreasi dengan menggelar kegiatan musik secara daring

REPUBLIKA.CO.ID, Pelaku seni musik dan studio musik di Kota Sukabumi, Jawa Barat terus berkolaborasi untuk tetap bertahan selama masa pandemi. Mereka tetap eksis lewat gelaran konser virtual melalui media sosial (medsos).

''Di masa pandemi, kami memfasilitasi dan mendorong anak muda untuk berkreasi dalam seni musik dengan penerapan protokol kesehatan,'' ujar Ketua SRL Managament Hadi Hendarsyah yang juga pemain grup band asal Sukabumi Strike, Ahad (24/1).

Semisal pada Ahad malam,  SRL Management menggandeng ABCD music studio menggelar konser virtual di medsos. Sejumlah grup band lokal Sukabumi ikut berkontribusi dalam acara yang disiarkan secara live di media sosial Facebook.

Sebelumnya, pada November 2020 lalu kolaborasi serupa dilakukan dengan One Musik Studio di Jalan Goalpara, Desa/Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Studio musik tersebut mencoba bertahan di masa pandemi dengan tetap buka namun menerapkan protokol kesehatan dan menggiatkan konser musik virtual.

''Mencoba bangkit contohnya di ulang tahun ke tiga studio musik, biasanya membuat acara di luar dengan panggung karena pandemi menyesuaikan dengan keadaan sekarang live streaming dengan virtual,'' ujar pemilik One Music Studio, Iwan Hermawan. Konser musik yang digelar virtual ini digelar pada Sabtu (21/11) malam dengan menggandeng SRL Management.

Iwan menuturkan, pada masa pandemi ini kegiatan di studio musik tidak vakum atau berhenti. Para musisi masih bisa berkreasi dengan menggelar kegiatan musik secara daring untuk menjembatani anak muda yang hobi bermusik.

Iwan menerangkan, dalam konser virtual tersebut, ada sebanyak 13 grup band indie lokal Sukabumi yang ikut serta. Menurut dia, banyak grup band lain yang ingin terlibat namun karena terbentur durasi jumlah peserta pun harus dibatasi.

Menurut Iwan, konser grup band ini disiarkan daring melalui media sosial seperti Facebook. Nantinya warga dapat menyaksikan secara langsung di rumahnya masing-masing.

Karena itu, Iwan menjelaskan, selama pandemi kegiatan di studio musik tetap buka meskipun ada beberapa pengelola studio musik  tutup tutup karena khawatir penyebaran Covid-19. ''Tapi kami buka dengan penerapan protokol kesehatan dan pembatasan orang yang masuk ke dalam studio musik,'' kata dia.

Ketua SRL Managament Hadi Hendarsyah berharap kolaborasi dengan studio musik ini mampu membangkitkan semangat pelaku seni untuk terus berkreasi. Pada Sabtu, 10 Oktober 2020 lalu, komunitas musiknya menggelar penampilan musik terbatas dalam pembukaan lokasi kuliner Cafe Aya Aya Wae di sekitar kawasan wisata Situgunung, Sukabumi.

Perhelatan lainnya digelar konser virtual yang bisa disaksikan melalui media sosial. Bahkan pada pertengahan September 2020 lalu digelar konser virtual secara langsung terbatas bertemakan Atribute to Lady Rockers di Vila Aku Cantik Kota Sukabumi, Sabtu (19/9) malam. Pada setiap momen tersebut tampil grup band lokal Sukabumi yang selama ini jarang tampil karena pandemi Covid-19.

Pergelaran seni musik ini rencananya digelar berkesinambungan untuk mengangkat potensi musik di daerah. Terlebih, Kota Sukabumi memiliki potensi besar dari seni musik karena banyak penggiat seni musik yang terkenal dari Sukabumi. Selain itu lanjut Hadi, acara ini dapat menjadi media bagi pemuda yang suka musik untuk menyalurkan bakatnya di ajang tersebut. ''Hobi musiknya dapat disalurkan secara positif,'' kata dia.

Di sisi lain Hadi menuturkan, pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor termasuk seni musik. Dia menggagas pertunjukkan seni musik rock secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan di wastafel yang disediakan di lokasi acara.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA