Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Kasus Harian Covid-19 Kota Bandung Tembus Rekor Tertinggi

Ahad 24 Jan 2021 20:38 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Nur Aini

Tenaga kesehatan menunggu giliran untuk menjalani vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Dago, Jalan Ir H Juanda, Kota Bandung, Rabu (20/1).Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, sebanyak 4.070 tenaga kesehatan dan 69 pejabat publik, tokoh agama dan tokoh masyarakat di tujuh kabupaten/kota di Jawa Barat telah disuntik vaksin Covid-19. Foto: Abdan Syakura/Republika

Tenaga kesehatan menunggu giliran untuk menjalani vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Dago, Jalan Ir H Juanda, Kota Bandung, Rabu (20/1).Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, sebanyak 4.070 tenaga kesehatan dan 69 pejabat publik, tokoh agama dan tokoh masyarakat di tujuh kabupaten/kota di Jawa Barat telah disuntik vaksin Covid-19. Foto: Abdan Syakura/Republika

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Peningkatan kasus Covid-19 di Bandung terjadi pasca-libur panjang

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kasus harian penyebaran Covid-19 di Kota Bandung mencapai angka tertinggi hingga 283 kasus pada Sabtu (23/1) kemarin. Oleh karena itu, masyarakat diingatkan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan dengan sabun.

"Betul (kasus harian tertinggi Covid-19)," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara saat dikonfirmasi, Ahad (24/1). Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.

Ahyani melanjutkan, peningkatan kasus Covid-19 di Bandung terjadi pasca-libur panjang. Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak lelah dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan tidak lengah.

Baca Juga

"Kasus meningkat setelah liburan dan menyebar. Masyarakat disiplin jangan lelah, lalai, lengah melaksanakan 5 M," ungkapnya.

Ia menilai peningkatan kasus Covid-19 disebabkan terdapat mobilitas masyarakat, tingkat disiplin serta tracing yang dilakukan terus menerus. Selain itu, pemeriksaan laboratorium menyebabkan temuan kasus terus meningkat.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA