Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Selandia Baru Selidiki Kemungkinan Kasus Covid di Komunitas

Ahad 24 Jan 2021 17:35 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Seorang koki menggunakan masker ketika berada di dapur restoran. Selandia Baru jadi salah satu negara maju yang paling sukses mengendalikan pandemi. Ilustrasi.

Seorang koki menggunakan masker ketika berada di dapur restoran. Selandia Baru jadi salah satu negara maju yang paling sukses mengendalikan pandemi. Ilustrasi.

Foto: AP Photo/Alberto Pezzali
Selandia Baru jadi salah satu negara maju yang paling sukses mengendalikan pandemi

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON - Pejabat kesehatan Selandia Baru pada Ahad (24/1) mengatakan sedang menyelidiki kemungkinan kasus Covid-19 komunitas. Ini adalah yang pertama di negara tersebut dalam beberapa bulan.

Selandia Baru, salah satu negara maju yang paling sukses mengendalikan penyebaran pandemi, terakhir kali mencatat transmisi Covid-19 komunitas pada 18 November, menurut informasi situs Kementerian Kesehatan. "Pejabat kesehatan saat ini sedang mendalami kasus tersebut," demikian pernyataan kemenkes.

Penguncian ketat dan keuntungan wilayah yang terisolasi secara geografis membantu Selandia Baru secara virtual melenyapkan virus corona di perbatasannya. Negara itu hanya melaporkan total 1.927 kasus terkonfirmasi Covid-19.

Akan tetapi, pandemi yang mengguncang seluruh dunia membuat lebih banyak orang kembali ke Selandia Baru dengan membawa infeksi, termasuk varian baru Covid-19 dari Inggris dan Afrika Selatan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa virus bisa saja kembali menjangkiti komunitas.

Pada Ahad tercatat delapan infeksi baru yang semuanya terjadi pada pendatang yang sedang dikarantina di perbatasan. Jumlah itu menambah kasus aktif yang dikarantina menjadi 79, menurut pernyataan lainnya dari kementerian.

Tekanan terhadap pemerintahan Perdana Menteri Jacinda Ardern untuk menggelar vaksinasi meningkat. Namun Selandia Baru mengatakan bahwa mayoritas dari populasi mereka hanya akan divaksin pada paruh kedua tahun ini.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA