Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Perludem Ungkap Alasan Revisi UU Pemilu Mendesak Dilakukan

Ahad 24 Jan 2021 14:55 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Bayu Hermawan

Peneliti Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Heroik M. Pratama

Peneliti Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Heroik M. Pratama

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Perludem menilai hubungan tiga penyelenggara pemilu tidak harmonis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Heroik Pratama menilai hubungan tiga penyelenggara pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) saat ini sedang tidak harmonis. Hal itu menjadi salah satu alasan revisi Undang-Undang tentang Pemilihan Umum mendesak untuk dilakukan.

"Ada tiga penyelenggara pemilu yang hari ini misalnya tidak harmonis, yang seharusnya lebih mengedepankan bagaimana mendorong proses pemilu yang berkualitas, demokratis, dan berintegritas, tetapi mereka sibuk antarlembaga penyelenggaranya sendiri," ujar Heroik dalam diskusi publik secara daring, Ahad (24/1).

Menurut Heroik, desain penyelenggara pemilu harus dibenahi usai pelaksanaan Pemilu 2019 lalu, demi mewujudkan kemandirian lembaga penyelenggara pemilu. Sebab, mereka lah yang bertanggung jawab mendorong proses pemilu yang berkualitas, demokratis, dan berintegritas.

Baca Juga

"Yang artinya kemudian di dalam Undang-Undang Pemilu kita mau tidak mau ini juga harus diperbaiki," katanya.

Heroik mengatakan, tata kelola lembaga penyelenggara pemilu kerap luput dari pembahasan revisi. Politikus yang duduk di kursi DPR lebih alot membahas soal sistem pemilu yang sarat akan kepentingan politik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA