Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Anjing di Ceko Dilatih untuk Mengendus Covid-19

Ahad 24 Jan 2021 14:20 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Dwi Murdaningsih

Anjing

Anjing

Foto: Republika/Yasin Habibi
Pelatih mengklaim ingkat akurasi endusan anjing mencapai 95 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga ekor anjing Jagdterrier di Ceko bernama Renda, Cap dan Laky telah latih untuk mengendus Covid-19. Pelatihan dilakukan di desa Kliny, daerah perbatasan Ceko dan Jerman.

Semua anjing mengendus enam wadah, masing-masing berisi selembar kain dengan aroma dari pasien Covid-19, donor negatif, atau sampel palsu. Penanggung jawab pelatihan, Gustav Hotovy mengklaim bahwa tingkat akurasinya mencapai 95 persen.

"Studi ini dirancang untuk memverifikasi kemampuan anjing dalam mendeteksi Covid-19 dan menghasilkan metode yang memungkinkan penggunaan anjing terlatih dalam memerangi pandemi," kata Hotovy seperti dilansir dari Malay Mail pada Ahad (24/1).

"Metode ini juga bisa mengatasi penyakit lain, bahkan yang lebih mematikan daripada Covid-19,” tambah dia.

Seorang pelatih yang terlibat dalam proyek penelitian, Lenka Vlachova mengatakan bahwa anjing yang dilatihnya cukup cepat dan tepat dalam mendeteksi aroma kain dari pasien Covid-19.

“Pada akhirnya, kita dapat mendeteksi banyak orang dalam waktu yang sangat singkat dengan seekor anjing terlatih,” katanya Vlachova.

Menurut Hotovy, sampel kain penelitian diperoleh dengan hanya mengusapkan selembar kapas ke kulit pasien Covid-19. Tim kemudian harus memastikan sampel bebas virus untuk mencegah anjing tertular penyakit.

Ahli teknologi, Katerina Jancarikova percaya bahwa cara ini cukup efektif. Menurutnya secara teknis ini sama ketika anjing diperintahkan untuk mencari "Wally", karena sampel dari pasien Covid-19 itu ibarat bagian dari teka-teki yang harus dipecahkan oleh si anjing.

“Ini seperti mencari Wally,” kata Jancarikova. Wally atau Waldo atau Charlie mengacu pada buku anak-anak populer di mana karakter kecil bergaris merah dan putih harus ditemukan dalam gambar kerumunan besar.

Dengan menggunakan metode pengambilan sampel yang sama, tim dari Finlandia juga telah menggunakan anjing untuk mendeteksi virus di bandara Helsinki. Hasilnya dilaporkan bahwa anjing dapat mendeteksi virus dengan akurasi hampir 100 persen.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA