Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Merdeka Belajar dan Inovasi Pendidikan Tinggi

Ahad 24 Jan 2021 15:22 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Sejumlah mahasiswa dengan menggunakan masker mengikuti perkuliahan Universitas Pantheon, Paris, Kamis (24/9). Banyak cluster baru kasus COVID-19 telah muncul, terutama sejak di bukanya kampus serta kegiatan belajar mengajar pada bulan ini. Menguatnya kasus Covid-19 ini merupakan tanda peringatan bagi negara-negara lain di Eropa, di mana sebagian besar universitas di eropa bersiap untuk melanjutkan kegiatan belajar dan penelitian dalam beberapa minggu mendatang. Foto AP / Michel EulerGaleri Foto

Sejumlah mahasiswa dengan menggunakan masker mengikuti perkuliahan Universitas Pantheon, Paris, Kamis (24/9). Banyak cluster baru kasus COVID-19 telah muncul, terutama sejak di bukanya kampus serta kegiatan belajar mengajar pada bulan ini. Menguatnya kasus Covid-19 ini merupakan tanda peringatan bagi negara-negara lain di Eropa, di mana sebagian besar universitas di eropa bersiap untuk melanjutkan kegiatan belajar dan penelitian dalam beberapa minggu mendatang. Foto AP / Michel EulerGaleri Foto

Foto: Foto AP / Michel Euler
Esensi merdeka belajar itu adalah spirit mencari dan mengembangkan ilmu.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhbib Abdul Wahab, Dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Wakil Ketua Umum IMLA Indonesia

Sejak pertama digulirkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim, gagasan merdeka belajar dan kampus merdeka menuai pro dan kontra dari banyak kalangan, terutama akademisi dan praktisi pendidikan tinggi. Meskipun bukan gagasan yang baru sama sekali, karena sebelumnya Ki Hadjar Dewantara juga pernah menggagas konsep “pendidikan yang memerdekakan”, merdeka belajar dan kampus merdeka memberi “angin segar” dan harapan baru bagi dunia kampus untuk berinovasi dan mengembangkan kolaborasi.

Gagasan merdeka belajar dan kampus merdeka sejatinya dimaksudkan agar seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk peserta didik, menjadi agen perubahan, turut serta memberi pengaruh dan  kontribusi positif dalam transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Taklimat Media Awal Tahun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbudcapaian 2020 dan sasaran 2021 meliris data bahwa dengan anggaran Kemendikbud Rp 550T atau 20 persen dari total APBN 2021 Rp 2.750,02 Triliun, realisasi merdeka belajar dan kampus merdeka tentu diharapkan semakin nyata, tepat sasaran, dan efektif.

Dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan kemahasiswaan misalnya, ada sejumlah program strategis yang diproyeksikan dapat mencetak  50 ribu mahasiswa berwirausaha, 400 ribu mahasiswa Kampus Merdeka, dan 660 Prodi inovasi pembelajaran digital. Selain mendapat kebebasan mengikuti perkuliahan 3 semester di luar Prodi, baik di luar Prodi dalam perguruan tinggi yang sama maupun di luar prodi pada perguruan tinggi lain, kampus merdeka memungkinkan terjadinya inovasi dan akselerasi pengembangan keilmuan berbasis kolaborasi lintas Prodi maupun institusi.

Selama ini diskursus dan diskusi tentang merdeka belajar dan kampus merdeka, terutama di masa pandemi Covid-19, cenderung masih menyisakan beberapa pertanyaan. Misalnya, bagaimana implementasi dan operasionalisasi merdeka belajar dan kampus merdeka pada masing-masing Prodi agar terjadi inovasi dan akselerasi pengembangan keilmuan dan keterampilan? Kampus mana yang dapat dijadikan sebagai model implementasi merdeka belajar dan kampus merdeka?

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA