Ahad 24 Jan 2021 08:48 WIB

Bertambah 146, Positif Covid-19 di Tarakan jadi 3.532 Orang

GTPP covid-19 di Tarakan sebut kasus sembuh menjadi 2.024 orang

Petugas memakamkan jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 di lahan khusus pemakaman di Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (4/5/2020). Sedikitnya lima jenazah PDP COVID-19 telah dimakamkan di pemakaman khusus yang disediakan Pemkot Tarakan tersebut
Foto: FACHRURROZI/ANTARA
Petugas memakamkan jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 di lahan khusus pemakaman di Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (4/5/2020). Sedikitnya lima jenazah PDP COVID-19 telah dimakamkan di pemakaman khusus yang disediakan Pemkot Tarakan tersebut

REPUBLIKA.CO.ID, TARAKAN -- Kasus positif COVID-19 di Tarakan, Kalimantan Utara bertambah 146 orang sehingga jumlah kumulatif menjadi 3.532 orang.

"Jumlah pasien yang sembuh bertambah 99 orang, sehingga jumlah pasien sembuh sebanyak 2.024 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tarakan Devi Ika Indriarti di Tarakan, Sabtu (23/1). 

Pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia bertambah satu orang dengan inisial S (52), warga Kelurahan Kampung Enam. Jumlah total kasus konfirmasi meninggal dunia 50 orang dan jumlah kasus probable meninggal dunia tiga orang, sedangkan jumlah pasien COVID-19 yang dirawat 1.458 orang.

Kasus suspek yang dipantau di Tarakan saat ini 312 orang, yakni orang dengan gejala ISPA. “Dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal,” kata Devi.

Orang dengan salah satu gejala ISPA dan 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19, orang dengan ISPA berat atau pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

“Jumlah seluruh kontak erat yang sedang dipantau yang saat ini sebanyak 2.271 orang. Kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19,” katanya.

Devi meminta masyarakat Tarakan terus memberikan dukungan moral terhadap pasien ataupun keluarga kasus suspek, kasus probable, kontak erat, dan kasus konfirmasi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement