Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Pioli Bakal Mainkan Duet Ibra-Mandzukic Vs Atalanta

Sabtu 23 Jan 2021 22:04 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Gilang Akbar Prambadi

 Mario Mandzukic berpose di pusat olahraga Milanello Milan sebelum sesi latihan pertamanya, di Carnago, Italia, Selasa (19/1/ 2021).

Mario Mandzukic berpose di pusat olahraga Milanello Milan sebelum sesi latihan pertamanya, di Carnago, Italia, Selasa (19/1/ 2021).

Foto: Spada / LaPresse melalui AP
Mandzukic punya nilai lebih dalam urusan membantu pertahanan.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- AC Milan berada dalam momen menyenangkan jelang bentrokan versus Atalanta pada giornata 19 Serie A Italia 2020/2021, yang berlangsung di Stadion San Siro, Ahad (24/1) dini hari WIB nanti. Selain mencatat hasil impresif di beberapa partai terakhir i Rossoneri juga mendapatkan suntikan tenaga baru.

Pelatih Stefano Pioli berbicara jelang laga bahwa rekrutan anyar Milan, Mario Mandzukic dapat bergabung dengan Zlatan Ibrahimovic di lini depan timnya saat menjamu kesebelasan asal Bergamo, Atalanta.

"Mandzukic langsung cocok. Dia telah mengetahui dan bermain di sepak bola Italia, dan ia memiliki mentalitas Eropa," kata Pioli menjelaskan dikutip Football Italia, Sabtu (23/1).

Milan mendatangkan eks penggawa Juventus dan Al-Duhail, Mario Mandzukic, secara bebas transfer pada 19 Januari 2021. Ia diberi kontrak sampai akhir musim 2020/2021 dengan opsi perpanjangan satu tahun.

Meski sudah lama tidak bermain sepak bola sejak meninggalkan Al-Duhail, Pioli menyebut Mandzukic tidak menunjukkan gelagat yang berbeda. Bahkan, penyerang asal Kroasia menunjukkan semangat, dan bertekad untuk bisa membawa timnya meraih apa yang mereka harapkan.

"Ada dua cara untuknya, menahannya selama tiga hingga empat pekan demi mencapai kondisi terbaik, atau saya mempercepat dan menempatkannya di lapangan untuk menemukan ritme permainan," sambung dia.

Lebih lanjut mantan pelatih SS Lazio dan Fiorentina menambahkan Mandzukic dapat menjadi mitra bagi Zlatan Ibrahimovic di lini depan i Diavolo Rosso. Akan tetapi, hal itu jelas membutuhkan waktu karena Mandzukic masih harus menemukan ritme permainan dengan rekan barunya.

"Saya pikir keduanya memiliki visi bermain yang sama, tetapi Mario perlu menemukan ritme terlebih dahulu."

Dengan perawakan yang hampir sama, kedua penyerang tersebut memiliki tinggi badan dan kemampuan duel udara yang jempolan.

Akan tetapi, Mandzukic punya nilai lebih dalam urusan membantu pertahanan. Penyerang berusia 34 tahun juga bisa bermain di berbagai sektor lini depan sebagai penyerang lubang, playmaker, poacher, pun penyerang sayap kiri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA