Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Luhut Kandidat Tunggal Calon Ketua Umum PB PASI

Sabtu 23 Jan 2021 20:05 WIB

Red: Andri Saubani

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan

Foto: Ist
Luhut berpeluang terpilih secara aklamasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjadi kandidat tunggal ketua umum (ketum) Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) periode 2021-2025. Luhut berpeluang terpilih secara aklamasi.

Juru Bicara PB PASI Hendri Firzani di Jakarta, Sabtu (23/1), mengatakan, hingga Jumat (22/1) malam, total sudah ada 31 pengurus provinsi (pengprov) yang menyatakan dukungan kepada Luhut.

"Calon ketua umum mengerucut pada satu nama yaitu Menko Luhut, dengan 31 pengprov sudah menyatakan dukungannya. Jadi kemungkinan pemilihan hari Senin akan berlangsung secara aklamasi," kata Hendri.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Luhut selangkah lagi menjadi Ketum PB PASI berikutnya kendati belum semua pengprov menyatakan dukungannya pada calon tunggal tersebut.

"Pengprov sebagai pemegang suara, total ada 34 pengprov dan tinggal tiga yang belum memutuskan. Kalaupun ada yang abstain atau tidak memberi suara hingga penutupan (munas), Menko Luhut tetap jadi Ketum karena dukungannya melebihi 50 persen suara plus satu," kata Hendri menjelaskan.

Untuk persiapan Munas PB PASI yang akan berlangsung Senin (25/1), Hendri menyatakan, semua persiapan sudah sesuai tahapan termasuk pengprov juga mengonfirmasi kesiapan mereka untuk menyukseskan agenda tersebut. Pemilihan ketua umum ini akan menjadi babak baru bagi perjalanan dan proyeksi prestasi di bidang atletik nasional ke depan.

Sebelumnya PB PASI dipimpin oleh Bob Hasan, yang aktif menjabat sejak 1979 hingga meninggal dunia pada 2020. Selama 41 tahun Bob Hasan, atletik Indonesia menuai banyak prestasi baik di tingkat regional hingga dunia. Oleh karenanya pada kepemimpinan periode selanjutnya, pemimpin yang baru menjabat juga dituntut agar bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan prestasi atletik Indonesia di kancah dunia.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA