Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Erick Thohir: Kegiatan Ekonomi akan Meningkat pada 2022

Sabtu 23 Jan 2021 17:12 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Agus Yulianto

Ketua Umum MES periode 2023-2025, Erick Tohir

Ketua Umum MES periode 2023-2025, Erick Tohir

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Erick Thohir baru saja terpilih sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode bakti 2023-2025, Erick Thohir, mengatakan, pada 2022 mendatang diyakini pergerakan ekonomi akan mulai mengalami peningkatan. Oleh karena itu, dia meminta, seluruh pemangku kepentingan bersama masyarakat harus menyiapkan fondasi yang kuat sejak saat ini.

"Kita harus tetap optimis karena saya yakin Indonesia akan bangkit ekonominya di tahun 2023," katanya, Sabtu (23/1).

Baca Juga

Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir terpilih menjadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode bakti 2023-2025. Erick Thohir menggantikan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum MES.

Terpilihnya Erick berdasarkan hasil sidang Tim Formatur Munas MES V yang digelar di Jakarta dan secara virtual pada Sabtu, (23/1) sore.

Erick menuturkan, Covid-19 menjadi tantangan yang amat berat karena menghantam sendi-sendi perekonomian. Baik dunia usaha, UMKM, dan seluruh masyarakat. 

Karenanya, amanah yang diberikan kepadanya harus dijalankan sebaik-baiknya. Sekaligus meneruskan program-program yang telah dilakukan oleh ketua umums ebelumnya.

"Ketika kita sudah mulai terasa naik, kita sudah siap, kita sudah menyusun bata-bata, sehingga terbangun jalan-jalan yang bisa kita jalani bersama-sama untuk menjaga negara yang kita cintai ini," ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Erick langsung memaparkan beberapa gambaran program yang akan dia lakukan selama menjabat tiga tahun ke depan. Pertama, mengembangan pasar industri halal di dalam dan luar negeri. 

"Hal itu harus dilakukan karena Indonesia punya pasar yang besar," ucap dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA