Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

NHS Diminta Cantumkan Keluhan Lidah Sebagai Gejala Covid-19

Ahad 24 Jan 2021 03:37 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Reiny Dwinanda

Orang yang positif Covid-19 makin banyak yang mengeluhkan gangguan pada lidahnya.

Orang yang positif Covid-19 makin banyak yang mengeluhkan gangguan pada lidahnya.

Foto: Twitter
Gangguan pada lidah makin banyak dialami oleh orang positif Covid-19 di Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Para ahli khawatir dari lima kasus Covid-19 ada tanda yang terlewat karena tidak dikenali, seperti lidah bengkak, benjolan merah atau putih, dan sariawan yang tidak biasa. Profesor Tim Spector, yang menginisiasi aplikasi ZOE Covid Symptom Study, memperingatkan bahwa dia telah melihat peningkatan jumlah orang positif Covid-19 dengan gejala tersebut.

“Satu dari lima orang dengan Covid-19 datang dengan gejala yang kurang umum dan tidak masuk dalam daftar resmi Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE), seperti ruam kulit. Melihat peningkatan jumlah virus Covid-19 dan sariawan yang aneh,” tulis Spector dalam cuitan Twitter-nya.

Ini berarti hingga 20 persen kasus Covid-19, tidak ditemukan gejala itu dan pengidap terus menyebarkan penyakit. Prof Spector juga mendesak orang agar terus mengirim gambar “lidah Covid-19” saat mengalami ruam mulut bertepatan dengan demam dan kelahan.

“Penting untuk memperhatikan ini. Ruam kulit, jari kaki Covid-19 (Covid toes), dan 20 gejala lainnya yang diabaikan. Ada 35 persen orang mengalami gejala non-klasik dalam tiga hari pertama saat paling infektif,” ujar dia.

photo
Para ahli di Spanyol sedang menyelidiki kemungkinan lesi di kaki merupakan gejala infeksi virus corona. - (Newsflash/@CGPodologos via The Sun)

Sebelumnya, Spector telah meminta Layanan Kesehatan Nasional (NHS) agar memperluas daftarnya guna memastikan kasus Covid-19 terlihat sejak tahap awal. Timnya termasuk orang pertama yang menemukan hilangnya rasa dan bau bisa menjadi indikator virus dan berhasil menambahkannya ke daftar resmi.

“Kami masih melewatkan 35 persen kasus yang memiliki gejala tidak ada dalam daftar NHS 111,” ucap Spector mengatakan kepada MailOnline.

Siapa pun yang memiliki aplikasi Gejala Covid ZOE bisa mendapatkan tes gratis jika mereka memiliki gejala apa pun, termasuk yang tidak disetujui NHS.

Peringatan berbahaya
Para ahli pertama kali mengatakan bahwa ruam kulit di mulut harus dikenali sebagai tanda penting Covid-19 pada September 2020. Mereka kemudian memeriksa 666 pasien di rumah sakit lapangan sementara.

Baca Juga

Mereka mengungkapkan, 46 persen pasien mengalami beberapa bentuk ruam kulit di bagian tangan dan kaki. Mereka juga menemukan 26 persen pasien mengalami ruam dan dan benjolan kecil di dalam mulut.

Ruam kulit merupakan tanda yang relatif tidak umum dengan hanya 11 persen peserta yang mengalaminya. King’s College London (KCL) menyerukan agar ruam kulit dianggap sebagai gejala resmi virus corona keempat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA