Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

6 Kiat Jaga Kebersihan Udara di Masa Pandemi

Sabtu 23 Jan 2021 07:30 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Membuka jendela memungkinkan pertukaran udara di dalam ruangan. (Ilustrasi)

Membuka jendela memungkinkan pertukaran udara di dalam ruangan. (Ilustrasi)

Foto: EPA-EFE/CABALAR
Udara yang tercemar dapat picu terjadinya beragam penyakit, termasuk Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tubuh membutuhkan oksigen dari udara untuk menunjang keberlangsungan metabolisme. Akan tetapi, udara yang tercemar dapat memicu terjadinya beragam penyakit. Salah satunya adalah Covid-19.

Udara yang baik untuk dihirup seharusnya memenuhi tiga kriteria. Yang pertama, mengandung banyak ion negatif. Kedua, tidak tercemar oleh virus, bakteri, dan jamur. Ketiga, tidak tercemar oleh debu, asap, dan gas.

Udara yang tercemar dapat memicu beragam masalah kesehatan. Sebagian di antaranya adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan infeksi paru seperti Covid-19, TBC, bronkitis, dan asma.

"Bila kita hirup udara yang terus-terusan tercemar benda asing, bisa menyebabkan kanker paru juga kanker-kanker lainnya, selain itu bisa sebabkan penyakit jantung dan penyakit kulit," jelas spesialis paru dr Maydie Esfandiari SpP, dalam peluncuran daring Puressentiel Purifying Air Spray.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga udara tetap bersih terutama di masa pandemi seperti ini. Ciri-ciri dari udara yang bersih adalah tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, terasa segar bila dihirup, dan tidak bercampur dengan benda asing.

Setidaknya ada enam trik yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesegaran udara di masa pandemi. Berikut ini adalah keenam trik tersebut seperti disampaikan oleh dr Maydie.

1. Perhatikan sirkulasi udara
Seperti diketahui, penularan virus, bakteri, atau jamur bisa terjadi melalui udara yang kita hirup. Oleh karena itu, sirkulasi udara yang kurang baik seperti di ruangan tertutup perlu menjadi perhatian agar udara di dalam ruangan mengalami pergantian, tidak hanya berkutat di situ saja.

2. Ventilasi di ruang yang tepat
Pergantian udara di dalam ruangan yang baik dapat membantu menekan risiko penularan penyakit akibat virus, bakteri, atau jamur yang mencemari udara. Alasannya, pergantian udara akan membuat jumlah virus, bakteri, atau jamur yang ada di udara bisa berkurang.

"Kalau ruangan tertutup, ada orang yang sakit Covid-19 di situ, (virus di udara) akan berkutat di situ saja tidak ada jalan keluar," kata Maydie.

3. Gunakan pembersih udara
Pembersih udara atau spray disinfektan juga dapat membantu mejaga kebersihan udara. Pastikan semprotan disinfektan yang digunakan aman untuk saluran pencernaan, tidak menimbulkan alergi, tidak mengiritasi kulit, tidak memiliki bau yang tak sebab atau merangsang, dan tidak mengandung banyak aerosol.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA