Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Pakar: Penderita Anemia Butuh Gizi Seimbang

Jumat 22 Jan 2021 20:31 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pakar: Penderita Anemia Butuh Gizi Seimbang

Pakar: Penderita Anemia Butuh Gizi Seimbang

Foto: seriouseats
Jumlah penderita anemia di Indonesia tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Prof Endang Achadi mengingatkan asupan gizi seimbang sangat penting, terutama pada penderita anemia yang jumlahnya di Indonesia cukup tinggi.

"Kalau mau melengkapi kebutuhan semua zat gizi di dalam tubuh, maka pola makannya harus seimbang," kata Endang dalam temu media secara virtual untuk memperingati Hari Gizi Nasional, Jakarta, Jumat (22/1).

Ia mengatakan berdasarkan data, lebih dari seperempat anak Indonesia usia 12 bulan-12 tahun menderita anemia. Jumlah itu cukup tinggi di negara yang sebenarnya kaya akan sumber pangan bergizi.

Baca Juga

Selain pada anak usia 12 bulan sampai 12 tahun, penderita anemia pada remaja usia 13-18 tahun juga tinggi, dengan di antaranya pada pria sebanyak 12,4 persen dan pada remaja putri sebanyak 22,7 persen, hampir dua kali lipat dibandingkan pada remaja putra.

Persentase anemia yang cukup tinggi pada remaja putri itu terutama disebabkan oleh keluarnya banyak darah saat menstruasi yang tidak disertai dengan pola makan yang bergizi seimbang. Adapun pada ibu hamil, persentase penderita amemia juga meningkat dari 37,1 persen pada 2013 menjadi 48,9 persen pada 2018.

"Ini karena sebelum hamil itu sekian lama sudah menderita anemia. Tapi walaupun ada yang tidak anemia, mereka sudah kekurangan zat besi. Sehingga pada saat hamil, pada saat kebutuhan terhadap besi itu meningkat, baik untuk dirinya maupun untuk anaknya, ternyata tidak ada zat besi yang cukup, sehingga menjadi anemia pada saat hamil," kata Endang.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA