Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Plasma Konvalesen Diklaim Kunci Tekan Kematian Akibat Covid

Jumat 22 Jan 2021 17:58 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Proses donor darah konvalesen dari penyintas Covid-19 di PMI Kota Yogyakarta, Kamis (21/1). Sebanyak 400 ml plasma darah diambil dari pendonor menggunakan alat apheresis. Plasma darah ini nantinya akan digunakan untuk membantu proses penyembuhan pasien Covid-19.

Proses donor darah konvalesen dari penyintas Covid-19 di PMI Kota Yogyakarta, Kamis (21/1). Sebanyak 400 ml plasma darah diambil dari pendonor menggunakan alat apheresis. Plasma darah ini nantinya akan digunakan untuk membantu proses penyembuhan pasien Covid-19.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Airlangga menyebut plasma konvalesen mampu 100 persen sembuhkan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong terjadinya gerakan donor plasma konvalesen bagi pasien Covid-19. Plasma konvalesen bisa diberikan kepada pasien tanpa gejala atau OTG maupun yang sedang dirawat, sebab menurut Airlangga berdasarkan penelitian dan informasi dari Menko PMK, donor tersebut dinilai mampu menyembuhkan pasien Covid-19 hingga 100 persen. Sedangkan bagi yang bergejala berat bisa mencapai 85 persen.

"Jadi ini merupakan salah satu kunci untuk menurunkan tingkat kematian," kata Airlangga.

Airlangga menambahkan untuk menurunkan tingkat kematian akibat Covid-19 salah satu fungsinya donor Konvalesen. Menurutnya syarat untuk menjadi pendonor konvalesen harus dalam keadaan sehat serta melalui proses persyaratan yang ketat.

Airlangga menjelaskan dari 10 calon pendonor yang selama ini mendaftar, hanya 2 yang memenuhi persyaratan. "Mereka yang sehat dan sebagian itu adalah donor pria atau wanita. Yang pernah melahirkan itu tidak bisa juga untuk menjadi donor."

Simak videonya di Youtube Republika:

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA